Connect with us

JABODETABEK

Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pramono Anung: Pasti Tetap Disubsidi Pemprov DKI

Aktualitas.id -

alt="Pramono Anung-Rano Karno daftar Pilgub DKI Jakarta"
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (keempat kanan) dan Rano Karno (ketiga kiri) berfoto bersama politisi PDIP Basuki Tjahaja Purnama (tengah) berfoto bersama usai mendaftar sebagai peserta Pilgub DKI Jakarta 2024 di Kantor KPU DKI Jakarta, Rabu (28/8/2024). Pasangan Pramono Anung-Rano Karno mendaftarkan diri sebagai peserta Pilgub DKI Jakarta 2024 dengan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. AKTUALITAS.ID/Agus Priatna.

AKTUALITAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penyesuaian tarif transportasi umum Transjabodetabek tidak akan membebani masyarakat karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengalokasikan subsidi, pernyataan itu disampaikan di RSIA Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Pemprov DKI tengah memfinalisasi besaran tarif baru, termasuk untuk rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih dipatok Rp3.500 per penumpang. Tarif tersebut dinilai sudah tidak sebanding dengan biaya operasional aktual, termasuk ongkos parkir di kawasan bandara.

“Untuk Transjabodetabek, terus terang segera kami putuskan. Tapi saya ingin meluruskan, karena sekarang ini bahkan kemarin Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi jangan sampai kemudian tidak disubsidi. Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan besaran kenaikan akan dirancang dengan cermat agar pengguna transportasi publik tidak kembali memilih kendaraan pribadi. Keterjangkauan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan tarif.

“Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih kepada kendaraan pribadi kembali,” kata dia.

Salah satu alasan penyesuaian tarif adalah beban subsidi Pemprov DKI yang kian membengkak, termasuk untuk pemeliharaan halte di luar wilayah Jakarta. Demi menjaga minat masyarakat, Pemprov DKI juga berencana menambah armada dan meningkatkan kualitas layanan operasional Transjabodetabek.

Pramono mencatat konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai 93 persen, namun pengguna aktif baru sekitar 30 persen dari total populasi. Ia meyakini angka itu akan naik, didorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mendorong warga menimbang ulang penggunaan kendaraan pribadi.

“Ini akan menjadi sangat baik kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum sudah di atas angka 30 persen. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” kata dia.

Pemprov DKI juga telah menggratiskan layanan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat yang memenuhi persyaratan, sebagai komitmen terhadap pemerataan akses mobilitas warga ibu kota dan sekitarnya. (Yan)

TRENDING

Exit mobile version