NASIONAL
Hari ini Presiden Jokowi Gelar Rapat Perdana di Ibu Kota Nusantara
AKTUALITAS ID – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menggelar rapat perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Otorita IKN dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur. Informasi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, pada Senin (29/7/2024).
Dalam keterangannya, Yusuf menjelaskan bahwa Presiden akan melakukan rapat dengan jajaran Otorita IKN (OIKN) yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu, Presiden juga akan menerima jajaran Forkopimda Kalimantan Timur.
“Rencana beliau akan rapat dengan jajaran OIKN didampingi Mensesneg dan Menteri PUPR. Kemudian juga akan menerima Jajaran Forkopimda Kaltim,” ujar Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menambahkan bahwa rapat di Istana IKN akan dilakukan dengan tata cara yang sama seperti rapat-rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Pagi ini Bapak Presiden akan menerima tamu/audiensi dan rapat di ruang kerja Bapak Presiden di Kantor Presiden di IKN ini, seperti kegiatan acara harian saat bapak berkantor di Istana Merdeka Jakarta,” kata Yusuf.
Rapat perdana ini menandai langkah konkret dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pemerintahan yang baru, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengembangan wilayah Kalimantan Timur. (KAISAR/RAFI)
-
DUNIA05/05/2026 08:00 WIBDua Rudal Iran Bikin Kapal AS Kocar-Kacir di Selat Hormuz
-
NUSANTARA05/05/2026 11:00 WIBKasus Penyiraman Air Keras Picu Desakan Revisi UU Intelijen
-
JABODETABEK05/05/2026 07:30 WIB5 Lokasi SIM Keliling Jakarta, Cek Jadwalnya
-
DUNIA05/05/2026 12:00 WIBKanselir Jerman: Amerika Tak Punya Rudal Cukup
-
JABODETABEK05/05/2026 08:30 WIBKabur 2 Hari, Sopir Pajero Penabrak Lansia Diciduk di Rumah
-
FOTO05/05/2026 16:08 WIBFOTO: Depinas SOKSI Siap Gelar Rapimnas di Bandung
-
NASIONAL05/05/2026 07:00 WIBMenteri Pigai Batalkan Ide Kontroversial Soal Aktivis HAM
-
POLITIK05/05/2026 10:00 WIBTepi Indonesia: RUU Pemilu Dinilai Sengaja Diperlambat DPR

















