NASIONAL
KPK Tangkap Tangan Delapan Pegawai Pajak dan Wajib Pajak Jakut
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah serta valuta asing (valas).
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya penyitaan uang dalam OTT tersebut. Ia menyebutkan, nilai pasti uang yang diamankan masih dalam proses pendataan oleh tim penyidik.
“Sementara ada ratusan juta rupiah dan ada juga valas,” kata Fitroh kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Fitroh, OTT pegawai pajak ini berkaitan dengan dugaan suap pengurangan nilai pajak. Namun demikian, KPK belum membeberkan secara rinci kronologi maupun pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Ia memastikan bahwa lokasi OTT berada di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara. Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah pegawai pajak serta pihak wajib pajak (WP).
“Beberapa pegawai pajak dan beberapa dari pihak WP,” ujar Fitroh singkat.
KPK mengonfirmasi bahwa total delapan orang telah diamankan dalam OTT yang dilakukan hari ini. Seluruh pihak yang ditangkap masih berstatus terperiksa dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
Kasus OTT ini kembali menambah daftar penindakan KPK di sektor perpajakan, yang selama ini dinilai rawan praktik suap dan gratifikasi. KPK menegaskan komitmennya untuk terus memberantas korupsi, khususnya di lembaga strategis yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara. (Bowo/Mun)
-
POLITIK15/01/2026 11:00 WIBKPU Akan Bahas Putusan KIP soal Ijazah Jokowi dalam Rapat
-
EKBIS15/01/2026 08:10 WIBCari Bengkel AC Mobil Terdekat? Wijaya AC Mobil Solusinya
-
POLITIK15/01/2026 06:00 WIBMasuk Prolegnas Prioritas 2026, Revisi UU Pemilu Mulai Dikebut Komisi II DPR
-
POLITIK15/01/2026 07:00 WIBKetua DPD: Pilkada Gubernur Lewat DPRD Bisa Jadi Pilihan
-
NASIONAL15/01/2026 14:00 WIBPLTA Mentarang Induk: Proyek Raksasa yang Mengancam Lingkungan dan Masyarakat Adat
-
NASIONAL15/01/2026 10:00 WIBKPK Endus Aliran Uang Suap Kasus ‘Diskon’ Pajak Mengalir ke Oknum Ditjen Pajak Kemenkeu
-
OASE15/01/2026 05:00 WIB
Tafsir Surat Al-Zalzalah: Peringatan Guncangan Hari Akhir dan Keadilan Allah SWT
-
EKBIS15/01/2026 10:30 WIBNilai Tukar Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Kamis

















