NUSANTARA
Pilkades Elektronik Karawang Pangkas Biaya TPS
AKTUALITAS.ID – Efisiensi anggaran yang masif, memungkinkan dialihkannya dana desa untuk sektor yang lebih krusial, seperti percepatan pembangunan infrastruktur fisik yang langsung dirasakan masyarakat.
Penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) elektronik secara luring (offline) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang disebut memangkas biaya operasional hingga 90 persen, dinilai jadi model efisiensi birokrasi baru yang layak diadaptasi pemilihan umum tingkat nasional.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, menegaskan bahwa transformasi digital ini menjawab tantangan atas mahalnya biaya demokrasi konvensional.
“Penerapan sistem elektronik ini berawal dari kepedulian kami terhadap biaya penyelenggaraan yang cukup mahal. Satu TPS secara konvensional bisa menghabiskan Rp25 juta. Dengan sistem elektronik ini, kita bisa menghemat hingga sepersepuluhnya saja per TPS atau hemat biaya 90 persen,” ujar Ono Surono, dalam keterangan di Bandung, Senin (29/12/2025).
Berbeda dengan uji coba parsial di daerah lain, Pilkades Karawang yang digelar pada Minggu (28/12), menerapkan sistem elektronik secara menyeluruh dan serentak. Keamanan sistem yang beroperasi secara offline menjadi poin krusial yang membuat model ini dinilai siap menjadi standar nasional.
“Jika di tingkat desa dengan dinamika politik yang paling sensitif saja bisa berhasil, maka sangat mungkin diterapkan ke Pemilu Legislatif, Pilpres, hingga Pilkada,” ujarnya.
Di lokasi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Jawa Barat Ade Afriandi mengungkapkan bahwa efisiensi teknis tersebut berbanding lurus dengan lonjakan partisipasi pemilih.
Berdasarkan data rekapitulasi, Desa Cadaskertajaya mencatatkan rekor partisipasi tertinggi mencapai 91 persen dari 2.478 daftar pemilih tetap.
“Partisipasi pemilih di Desa Cadaskertajaya mencapai angka fantastis 91 persen. Sementara Desa Balongsari mencatatkan kehadiran 84,11 persen dan Desa Tanjungmekar sebesar 82 persen,” kata Ade.
Selain sukses menekan angka golput, sistem ini juga dinilai ramah terhadap kelompok rentan. Ade mencontohkan praktik baik (best practice) di Desa Wanakerta yang menerapkan layanan jemput bola.
“Seperti di Wanakerta, TPS-nya sudah ramah penyandang disabilitas. Ada langkah konkret dari KPPS, misalkan menyediakan kursi roda ataupun petugas khusus yang siap mengantar dan membantu pemilih penyandang disabilitas maupun lansia,” ucap Ade.
Ade menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan keberhasilan di wilayah industri seperti Karawang ini dapat melahirkan pemimpin desa yang visioner dalam mengelola potensi ekonomi, sekaligus menjadi standar baru demokrasi desa yang hemat, praktis, dan inklusif.
(Ari Wibowo/goeh)
-
DUNIA13/09/2026 15:00 WIBTrump Bongkar Dugaan Iran Ganggu Pemilu Sela AS
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
POLITIK13/09/2026 16:00 WIBNama Misbakhun Muncul di Pusaran Cukai Palsu
-
RAGAM13/09/2026 14:00 WIBKetika Tan Malaka dan Soedirman Bertemu di Purwokerto
-
NUSANTARA13/09/2026 13:30 WIBHari Keenam, SAR Sisir 809 Mil Laut Cari Jurnalis Hilang
-
NUSANTARA13/09/2026 11:30 WIBBromo Terbakar Lagi, Wisatawan Dilarang Masuk
-
NASIONAL13/09/2026 13:00 WIBKPK: Guru SMA Jadi Pengepul Suap Mahasiswa Baru Unsoed
-
NUSANTARA13/09/2026 14:30 WIB243 Orang Hilang Kontak Bersama Kapal di Laut Jawa