NUSANTARA
Konflik Warga Wamena Belum Reda, 874 Warga Mengungsi dan Brimob Disiagakan di 7 Titik
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antarwarga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, belum sepenuhnya mereda. Aparat Brimob Polda Papua kini disiagakan di sejumlah titik rawan guna mencegah bentrokan susulan antara kelompok masyarakat yang bertikai.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk menyekat dua kelompok yang sedang berkonflik agar tidak kembali saling menyerang.
“Penempatan anggota Brimob di sejumlah titik itu untuk melakukan penyekatan agar kedua kelompok yang berkonflik tidak saling menyerang,” kata Cahyo di Jayapura, Selasa (19/5/2026).
Menurut Cahyo, sedikitnya tujuh titik rawan kini dijaga satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob. Penempatan personel dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan potensi meluasnya konflik di wilayah tersebut.
Selain pengamanan lapangan, aparat keamanan bersama tokoh masyarakat dan sejumlah pihak terkait juga melakukan pendekatan mediasi guna menghentikan konflik yang masih berlangsung.
“Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat meredam konflik agar tidak berkepanjangan,” ujar Cahyo.
Dampak bentrokan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri bersama keluarga. Berdasarkan laporan kepolisian, jumlah pengungsi sementara mencapai 874 orang.
Sebagian warga mengungsi ke kantor polisi dan fasilitas keamanan, termasuk Mapolres Jayawijaya dan Makodim Jayawijaya di Wamena. Sejumlah gereja di wilayah tersebut juga difungsikan sebagai lokasi perlindungan sementara bagi warga terdampak.
Meski kondisi di beberapa wilayah mulai terkendali, aparat keamanan tetap meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan lanjutan.
Polda Papua berharap konflik segera berakhir dan kedua kelompok yang terlibat dapat menempuh jalan damai.
“Mudah-mudahan warga yang bertikai dapat kembali berdamai,” kata Cahyo.
Berdasarkan informasi kepolisian, konflik antarkelompok di Wamena dipicu kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang anggota DPR Kabupaten Lanny Jaya. Insiden tersebut terjadi di kawasan Megapura, Distrik Asolokobal, pada 17 Mei 2024 dan memicu ketegangan antarmasyarakat yang kemudian berkembang menjadi bentrokan. (Ahmad)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat
-
NASIONAL04/07/2026 19:30 WIBViral Klaim Ongkos Berobat, BPJS Kesehatan Tegaskan Hoaks
-
JABODETABEK04/07/2026 16:00 WIBMensos: Sekolah Rakyat Baru di Jakarta Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa
-
EKBIS04/07/2026 21:00 WIBHarga Telur Anjlok, Peternak Unggas Minta Intervensi Pemerintah