NUSANTARA
Awas, Gelombang Laut 4 Meter Mengintai hingga 23 Oktober
AKTUALITAS.ID- Lautan Indonesia sedang tidak bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja menyalakan alarm peringatan dini bahaya gelombang tinggi yang siap mengamuk di sejumlah perairan pesisir nusantara mulai 20 hingga 23 Oktober 2026.
Ancaman ini dipicu oleh pola angin ekstrem yang bertiup kencang melintasi ekuator. Di wilayah utara, angin berhembus dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara di selatan ekuator, angin menyapu dari timur ke tenggara dengan kecepatan mencapai 8-25 knot. Tiupan angin paling brutal terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Laut Arafuru.
Kondisi ini memicu gelombang laut mengerikan dengan ketinggian bervariasi yang mengancam nyawa nelayan dan keselamatan pelayaran. Berikut rincian zona bahaya yang wajib diwaspadai:
Zona Merah (Gelombang Ekstrem 2,5 – 4 Meter)
Gelombang setinggi atap rumah ini berisiko tinggi menenggelamkan kapal nelayan, tongkang, hingga kapal feri. Wilayah yang terdampak meliputi:
Samudra Hindia barat: Kepulauan Mentawai, Bengkulu, hingga Lampung.
Samudra Hindia selatan: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga NTB.
Perairan Timur: Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Zona Kuning (Gelombang Sedang 1,25 – 2,5 Meter)
Meski lebih rendah, gelombang di perairan ini tetap berisiko mengganggu pelayaran kecil. Titik rawan tersebar di:
Bagian Barat: Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Bagian Tengah: Samudra Hindia selatan NTT, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sulawesi (barat & timur), serta Selat Makassar (selatan, tengah, dan utara).
Bagian Timur: Samudra Pasifik utara Papua dan Papua Barat, serta Laut Arafuru (barat, tengah, dan timur).
BMKG secara tegas mendesak seluruh pelaku transportasi laut, operator kapal feri, dan nelayan tradisional untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi terus memburuk. Warga pesisir diimbau memantau ketat update cuaca sebelum beraktivitas agar terhindar dari sapuan ombak mematikan ini. (Irawan/Mun)
-
POLITIK21/10/2026 14:00 WIBWaka Komisi II DPR Dorong Penguatan DKPP
-
POLITIK21/10/2026 06:00 WIBKetua DKPP Dorong Penguatan Kelembagaan dalam Revisi UU Pemilu
-
JABODETABEK21/10/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Berawan Seharian Rabu
-
JABODETABEK21/10/2026 14:30 WIBRatusan Warga Tangsel Terserang Muntaber
-
NASIONAL21/10/2026 12:00 WIB
Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Sendiri Tanpa AS
-
EKBIS21/10/2026 09:00 WIBBahlil Ancam Tindak Operator yang Biarkan Konten Adu Domba
-
POLITIK21/10/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Acungi Jempol Program Energi Prabowo
-
POLITIK21/10/2026 11:00 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Ingatkan Pemerintah Jangan Tuli

















