OTOTEK
Uninstall ChatGPT Melonjak 295 Persen
AKTUALITAS.ID – ChatGPT mulai ditinggal pengguna di Amerika Serikat setelah OpenAI mengumumkan kerja sama dengan Departemen Pertahanan pemerintahan Presiden Donald Trump. Gelombang protes digital itu terlihat dari lonjakan uninstall aplikasi secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Sensor Tower, volume penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak hingga 295 persen pada Sabtu, 28 Februari 2026. Angka ini hampir empat kali lipat dibanding rata-rata uninstall dalam 30 hari terakhir yang berada di kisaran 9 persen.
Lonjakan tersebut terjadi tak lama setelah OpenAI mengumumkan kesepakatan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang kini disebut sebagai Departemen Perang di bawah pemerintahan Donald Trump.
Tak hanya uninstall yang meningkat, pertumbuhan unduhan ChatGPT juga tertekan. Pada Sabtu, jumlah download turun 13 persen dibanding hari sebelumnya. Padahal pada Jumat, aplikasi ini sempat mencatat kenaikan 14 persen. Tren penurunan berlanjut hingga Minggu dengan kenaikan hanya 5 persen.
Di tengah tekanan terhadap ChatGPT, aplikasi pesaingnya, Claude, justru mencatat pertumbuhan signifikan. Aplikasi besutan Anthropic itu mengalami lonjakan unduhan 37 persen pada Jumat dan melonjak lagi 51 persen pada Sabtu.
Claude bahkan berhasil menempati posisi pertama di App Store Amerika Serikat pada akhir pekan, setelah sebelumnya berada di luar 20 besar aplikasi paling populer.
Anthropic sebelumnya menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Pentagon jika harus mengubah kebijakan penggunaan AI mereka. CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan bahwa perusahaannya tidak bisa “secara nurani” mengizinkan model AI digunakan untuk memata-matai warga AS atau mendukung senjata otonom tanpa intervensi manusia.
Dalam beberapa pekan terakhir, Anthropic diketahui melakukan negosiasi dengan Departemen Pertahanan AS terkait penggunaan teknologi AI mereka. Bahkan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sempat mengancam memberi label “ancaman rantai pasok” terhadap Anthropic untuk menekan perubahan kebijakan.
Pentagon juga disebut mempertimbangkan penggunaan Undang-Undang Produksi Pertahanan guna memaksa perusahaan memenuhi permintaan pemerintah.
Namun, Anthropic tetap bersikukuh mempertahankan kebijakan yang melarang penggunaan AI mereka untuk senjata otonom dan aktivitas pengawasan terhadap warga sipil.
Lonjakan download Claude dan gerakan uninstall ChatGPT dinilai mencerminkan sikap sebagian besar warga AS yang mendukung kebijakan pembatasan penggunaan AI untuk kepentingan militer.
Kontroversi ini menandai babak baru persaingan industri kecerdasan buatan global, sekaligus membuka perdebatan soal etika penggunaan AI dalam sektor pertahanan dan keamanan. (Firmansyah/Mun)
-
DUNIA25/09/2026 12:00 WIBIndonesia Walk Out! Netanyahu Sebut “Pengecut Moral”
-
OTOTEK25/09/2026 13:30 WIBBegini Cara Pakai 1 Nomor WhatsApp di 2 HP Sekaligus Tanpa Logout
-
POLITIK25/09/2026 11:00 WIBDasco Perintahkan Komisi III Sidak Lapas Cibinong
-
NASIONAL25/09/2026 14:00 WIBEks Staf Yaqut Bongkar Setoran 1 Juta Dolar AS ke Nusron Wahid
-
JABODETABEK25/09/2026 23:00 WIBGeger! Siswa Kelas VII Diduga Jadi Korban Kekerasan
-
NUSANTARA25/09/2026 12:30 WIBMahasiswi Semester 7 Tewas Usai Curhat Dosen Tolak Tugas Akhir
-
NASIONAL25/09/2026 17:00 WIBDaniel Johan: Petani Adalah Penjaga Pangan Bangsa
-
EKBIS25/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Anjlok Hari Ini

















