OTOTEK
Pakar Siber Ingatkan: Kabel Charger Pinjaman Bisa Jadi Senjata Peretas
AKTUALITAS.ID – Kebiasaan meminjam kabel charger saat baterai ponsel hampir habis ternyata bukan sekadar persoalan kenyamanan. Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa kabel yang telah dimodifikasi dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyusupkan malware, mencuri data, bahkan mengambil kendali perangkat korban.
Situasi seperti ini kerap terjadi di bandara, hotel, kafe, ruang tunggu, hingga tempat umum lainnya ketika seseorang meminjam kabel charger dari orang yang tidak dikenal. Meski terlihat seperti kabel biasa, pakar menilai risiko keamanan tetap perlu diwaspadai.
Global Managing Partner sekaligus Kepala X-Force Red IBM Security, Charles Henderson, mengingatkan ada barang-barang tertentu yang sebaiknya tidak dipinjam, termasuk kabel charger.
“Ada hal-hal tertentu dalam hidup yang tidak boleh Anda pinjam,” kata Henderson, dikutip Minggu (5/7/2026).
Untuk menggambarkan pentingnya kehati-hatian, Henderson mengibaratkan kabel charger seperti pakaian dalam. Menurutnya, jika lupa membawa sendiri saat bepergian, jauh lebih aman membeli yang baru daripada meminjam milik orang lain.
Sebagai pemimpin tim ethical hacker di IBM Security, Henderson menjelaskan bahwa para peneliti keamanan telah membuktikan kabel charger dapat dimodifikasi dengan komponen elektronik berukuran sangat kecil sehingga sulit dibedakan dari kabel biasa.
Dalam demonstrasi pada konferensi keamanan siber DEF CON di Las Vegas, seorang peneliti keamanan dengan nama samaran MG memperlihatkan kabel Lightning yang telah dimodifikasi. Setelah digunakan untuk menghubungkan perangkat ke komputer, kabel tersebut memungkinkan akses jarak jauh ke sistem yang terhubung sebagai bagian dari demonstrasi keamanan.
Menurut Henderson, teknik seperti itu menunjukkan bahwa kabel charger dapat disalahgunakan apabila telah dimodifikasi oleh pihak yang memiliki niat jahat.
Meski demikian, ia menegaskan serangan menggunakan kabel charger yang dimodifikasi belum menjadi modus yang umum dan saat ini lebih sering dikaitkan dengan serangan yang menyasar target tertentu, bukan pengguna secara acak.
“Namun, hanya karena kita belum melihat serangan yang meluas bukan berarti hal itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Henderson juga mengingatkan ancaman lain yang lebih sering menjadi perhatian praktisi keamanan, yakni penggunaan port USB di stasiun pengisian daya umum. Port USB yang telah dimodifikasi dapat berpotensi digunakan untuk melakukan serangan terhadap perangkat yang terhubung.
“Kami telah melihat beberapa contoh ketika orang memodifikasi stasiun pengisian daya. Saya tidak berbicara tentang stopkontak listrik, tetapi port USB yang tersedia di stasiun pengisian daya. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda colokkan ke perangkat Anda,” katanya.
Karena itu, pengguna disarankan membawa kabel charger sendiri, menggunakan adaptor listrik yang terhubung langsung ke stopkontak, serta menghindari meminjam kabel maupun menggunakan port USB dari sumber yang tidak terpercaya. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko keamanan terhadap perangkat dan data pribadi. (Firman/Mun)
-
NUSANTARA21/08/2026 07:30 WIBAsap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA
-
NASIONAL21/08/2026 09:00 WIBMA Larang Kasasi Putusan Bebas
-
EKBIS21/08/2026 09:30 WIBIHSG Naik 22 Poin di Awal Perdagangan
-
NASIONAL21/08/2026 10:00 WIBRektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjerat OTT KPK
-
POLITIK21/08/2026 07:00 WIBDede Yusuf: Para Sekjen Parpol Sudah Bertemu Bahas RUU Pemilu
-
DUNIA21/08/2026 08:00 WIBIran Resmi Tandai California Jadi Milik Mereka
-
NUSANTARA21/08/2026 08:30 WIBNapi Sukabumi Kabur Jelang Bebas
-
JABODETABEK21/08/2026 06:30 WIBLayanan SIM Keliling DKI Jakarta Jumat 21 Agustus 2026

















