POLITIK
PAN Nilai Arahan Presiden Prabowo Merapatkan Barisan Menteri Adalah Hal Lazim dan Positif
AKTUALITAS.ID – Instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada para menterinya untuk “merapatkan barisan” menuai beragam spekulasi. Namun, Partai Amanat Nasional (PAN) tampil sebagai penenang, menyebut permintaan tersebut sebagai hal yang “sangat lazim” dalam dinamika pemerintahan.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari permintaan kepala negara tersebut. “Saya kira itu sangat lazim. Di mana pun seorang kepala negara pasti menghendaki para pembantunya untuk melaksanakan hal tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Menurut Eddy, Prabowo hanya ingin memastikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih bekerja secara harmonis dan terkoordinasi. “Saya kira Pak Prabowo ‘kan ingin semuanya berjalan dengan derap langkah dan ritme yang sama,” imbuhnya.
Sebelumnya, kabar permintaan “rapat barisan” ini mencuat dari pengakuan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Usai halalbihalal, Cak Imin mengungkapkan Presiden Prabowo secara langsung meneleponnya dan meminta para menteri untuk terus solid.
Senada dengan PAN, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga membantah adanya kerenggangan di internal kabinet. Ia menjelaskan arahan Presiden Prabowo justru bertujuan untuk menjaga semangat kerja para menteri. “Jadi, maknanya merapatkan barisan itu tidak selalu sedang ada sesuatu, tetapi itu untuk menjaga semangat,” tegas Prasetyo.
Dengan pernyataan PAN dan Istana, narasi tentang potensi perpecahan di Kabinet Merah Putih tampaknya diredam. Permintaan Prabowo untuk “merapatkan barisan” kini lebih dilihat sebagai upaya seorang pemimpin untuk memastikan kekompakan timnya dalam menjalankan roda pemerintahan. (Mun/Ari Wibowo)
-
POLITIK29/06/2026 17:00 WIBSafari Politik Jokowi dan PSI Berpotensi Timbulkan Kegaduhan
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader
-
NASIONAL29/06/2026 16:37 WIBKPK Lakukan OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau
-
POLITIK29/06/2026 18:30 WIBRitual Adat Jokowi di Lampung Hanya Strategi Pencitraan Politik dengan PSI
-
RAGAM29/06/2026 13:48 WIBWarning Polri! Platform Kripto Tak Bisa Seenaknya Kuasai Aset Nasabah
-
POLITIK29/06/2026 19:30 WIBSafari Politik di Basis Gerindra dan Riltual Injak Logo Mirip PDIP, Pengamat: Jokowi Bermain Api
-
EKBIS29/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik Lagi
-
NASIONAL29/06/2026 16:30 WIBGus Yaqut Masih Dirawat di RS Polri, KPK Siapkan Tahap II Kasus Korupsi Kuota Haji