POLITIK
ICW Usul Ambang Batas Parlemen Diturunkan Jadi 1% dan Sistem Pemilu Campuran
AKTUALITAS.ID – Isu reformasi sistem pemilu kembali mencuat. Indonesian Corruption Watch (ICW) bersama Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4% terlalu tinggi dan merugikan hak suara rakyat.
Dalam konferensi pers di kantor ICW, Jumat (5/9/2025), peneliti Perludem, Haykal, menegaskan ambang batas ideal sebaiknya hanya 1%.
“Menurunkan ambang batas parlemen ke angka 1% adalah langkah penting untuk menciptakan proporsionalitas pemilu yang lebih baik,” ujar Haykal.
Menurutnya, ambang batas 4% selama ini membuat jutaan suara rakyat hilang sia-sia. Ia mencontohkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Pemilu 2024 yang gagal melewati ambang batas meski meraih kursi di DPR.
“Suara pemilih mereka hilang begitu saja, padahal ada representasi nyata,” tegasnya.
Haykal menilai dengan ambang batas 1%, partai kecil yang memperoleh minimal satu kursi tetap sah diakui sebagai partai parlemen. Hal ini, katanya, akan memperkuat representasi politik dan menciptakan dinamika yang lebih sehat di parlemen.
“Kalau usulan ini diterima, parlemen tidak hanya diisi partai besar. Partai kecil bisa memberi warna, menciptakan perdebatan publik yang lebih tajam, serta memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah,” ucapnya.
Selain menyoroti ambang batas, Haykal juga mengusulkan sistem pemilu campuran, yaitu proporsional tertutup di tingkat provinsi dan sistem terbuka terbatas pilihan (STTP) di tingkat daerah pemilihan.
Menurutnya, sistem ini bisa mengurangi politik uang sekaligus memperkuat tanggung jawab partai terhadap kader.
“Dalam sistem sekarang, caleg justru bersaing antar sesama kader partai. Dengan sistem campuran, partai punya peran lebih besar mengusung kader populer maupun berkualitas. Jika ada masalah, publik bisa meminta pertanggungjawaban langsung ke partai, bukan hanya ke individu caleg,” jelasnya.
Haykal menekankan, reformasi pemilu mutlak dilakukan agar parlemen lebih demokratis, representatif, dan berpihak pada rakyat. (Ari Wibowo/Mun)
-
EKBIS03/11/2026 23:00 WIBSeharian Ngaspal, Ojol Cuma Bawa Pulang Rp60 Ribu
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
NASIONAL04/11/2026 05:00 WIBIJTI Usulkan Udin Bernas Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Siapkan Proses Pengusulan
-
EKBIS04/11/2026 09:30 WIBIHSG Anjlok Hampir 1,5 Persen
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
-
POLITIK04/11/2026 06:00 WIBHabiburokhman Ungkap Dugaan Polisi Minta Rp50 Juta ke Kader Gerindra
-
NUSANTARA04/11/2026 08:30 WIBBandar Sabu di Morowali Pakai AI untuk Jalankan Bisnis Haram
-
Berita04/11/2026 10:00 WIBMenko Yusril Sebut Kasus Presiden Prabowo Belum Dijerat Makar