RAGAM
Mantan Direktur WHO Beberkan 3 Fakta Penyebaran Virus HMPV
AKTUALITAS.ID – Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan sejumlah fakta penting terkait virus Human Metapneumovirus (HMPV).
Dalam keterangannya pada Selasa (7/1/2025), Tjandra menjelaskan bahwa virus ini pertama kali dilaporkan dalam jurnal ilmiah pada tahun 2001 dan berpotensi sudah menyebar luas, termasuk di Indonesia.
“HMPV pertama kali dilaporkan dalam jurnal ilmiah pada tahun 2001, jadi sudah sekitar 24 tahun yang lalu. Dengan waktu yang cukup lama ini, ada kemungkinan virus ini telah hadir di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia,” ujar Tjandra.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa antibodi terhadap virus HMPV telah ditemukan sebelum tahun 2000, menunjukkan bahwa kemungkinan virus ini sudah ada bahkan pada dekade sebelumnya. Tjandra menambahkan bahwa di Australia, HMPV pernah menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan ketiga terbanyak, setelah virus influenza dan RSV (Respiratory Syncytial Virus) pada orang dewasa, serta RSV dan virus parainfluenza pada anak-anak.
Menurut informasi dari Guru Besar University of East Anglia di Inggris, hampir semua anak berusia lima tahun di negara tersebut diperkirakan pernah terinfeksi oleh HMPV setidaknya sekali. “Sementara itu, menurut laporan BBC, Amerika Serikat dan Inggris juga mengalami peningkatan kasus HMPV sejak Oktober 2024, meskipun lonjakan kasus ini tidak setinggi yang terjadi di China,” tambahnya.
Tjandra juga mencatat keterkaitan virus HMPV dengan virus RSV, yang imunisasinya sudah mulai ada. Dia menambahkan bahwa informasi mengenai vaksin RSV memberikan harapan bahwa mungkin akan ada vaksin untuk HMPV di masa depan.
“Perusahaan vaksin Moderna sudah mulai melakukan penelitian untuk vaksin mRNA HMPV. Meskipun saat ini belum ada vaksin yang tersedia, kita bisa optimis akan adanya perkembangan di masa mendatang,” pungkas Tjandra.
Penjelasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan HMPV dan pentingnya penelitian lebih lanjut untuk pengembangan vaksin. (Enal Kaisar)
-
NASIONAL04/08/2026 20:00 WIBIndonesia Resmi Tembus 290 Juta Penduduk
-
NUSANTARA04/08/2026 23:00 WIBRatusan Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Higiene
-
DUNIA05/08/2026 00:00 WIBIran Tak Lagi Aman, Milisi Kurdi Klaim Gempur Pangkalan IRGC
-
NASIONAL04/08/2026 19:00 WIBTim Sembilan Kejagung Telusuri Jejak Emas Febrie
-
NASIONAL05/08/2026 11:00 WIBWaspadai Potensi Kericuhan, Aksi 50 Ribu Buruh Ditunda
-
EKBIS05/08/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat ke 6.338
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
POLITIK05/08/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu Minta MK Rombak Aturan Sengketa Pilpres