RAGAM
CEO TMC Akui Jual Tiket Konser Kian Sulit di Tengah Lesunya Ekonomi
AKTUALITAS.ID – CEO TMC Entertainment Indonesia, Aulia Mahariza, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi industri konser Tanah Air akibat perlambatan ekonomi yang menekan daya beli masyarakat. Hal ini berdampak langsung pada sulitnya penjualan tiket, termasuk untuk acara Korean OST Concert (KOSTCON) 2025 yang tengah digarap perusahaannya.
“Memang susah banget ya sekarang, karena situasinya lagi repot banget. Jual tiket jadi susah,” ujar Aulia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Menurut Aulia, kondisi ini cukup disayangkan mengingat tahun ini Indonesia akan dibanjiri berbagai konser besar dari dalam dan luar negeri. Namun demikian, pihaknya tetap optimis dan terus melakukan berbagai strategi agar tetap bisa bertahan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah negosiasi intensif dengan berbagai pihak terkait, agar harga tiket dapat ditekan dan lebih terjangkau bagi publik. Aulia menargetkan KOSTCON 2025 bisa menarik hingga 10 ribu penonton.
“Upaya ini bukan cuma untuk konser kali ini, tapi juga demi menjaga ekosistem promotor agar tetap sehat dan hidup,” imbuhnya.
Tak hanya soal tiket, Aulia juga menyoroti keterbatasan venue konser di Indonesia, terutama di luar Jakarta, yang menjadi tantangan tambahan bagi para penyelenggara acara.
“Kita para promotor ingin terus buat konser, tapi venue di Jakarta aja terbatas, apalagi di luar kota,” tuturnya.
Aulia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendukung roda perekonomian selama konser berlangsung. UMKM, kata dia, kerap dilibatkan dalam penyediaan merchandise serta makanan dan minuman (F&B).
“Semua event pasti perlu F&B. Kita ajak mereka kerja sama. Untuk KOSTCON misalnya, kita juga coba berkolaborasi dengan organizer UMKM,” katanya.
Terkait kehadiran produk luar negeri, Aulia menilai bahwa promotor lokal harus lebih mendukung kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dalam negeri. Pasalnya, IP asing sulit memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan negara.
“Kalau kita ambil IP luar, hasilnya nggak bisa masuk ke pendapatan negara. Sebenarnya yang harus didukung ya IP dalam negeri, karena bisa dikembangkan di sini,” jelasnya.
Meski begitu, promotor tetap berupaya memperkenalkan budaya Indonesia di panggung internasional, salah satunya lewat pemberian souvenir kepada para artis yang tampil. Aulia berharap upaya ini dapat mendorong mereka untuk belanja produk lokal, sekaligus memperluas eksposur budaya Indonesia. (ARI WIBOWO/DIN)
-
EKBIS30/05/2026 11:00 WIBPembelian Dolar Dibatasi BI, Sinyal Krisis Rupiah?
-
OASE30/05/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bongkar Kedudukan Anak yang Sering Dilupakan
-
NASIONAL30/05/2026 06:00 WIBDPR Dukung Koordinasi TNI-Polri Hadapi Begal Jalanan
-
JABODETABEK30/05/2026 11:30 WIBTragis! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel
-
DUNIA30/05/2026 12:00 WIBPBB Tuding Israel Lakukan Kejahatan Seksual di Zona Konflik
-
POLITIK30/05/2026 07:00 WIBPDIP Sebut Jokowi Tak Mampu Selamatkan PSI
-
JABODETABEK30/05/2026 07:30 WIBSabtu Ini SIM Keliling Hadir di Jakarta Timur hingga Jakbar
-
NUSANTARA30/05/2026 09:30 WIBGunung Semeru Erupsi Lagi di Malam Hari