RAGAM
Netflix Ungkap Penggunaan AI untuk Pangkas Biaya Produksi Film dan Serial
AKTUALITAS.ID – Raksasa layanan streaming Netflix mengakui mereka telah memanfaatkan kecerdasan buatan generatif (GenAI) dalam proses produksi konten originalnya. Penggunaan AI ini bertujuan untuk menghasilkan efek visual dengan biaya yang lebih efisien.
Pengakuan ini disampaikan oleh Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, pada Kamis lalu. Mengutip Channel News Asia, Sarandos menyatakan bahwa AI merupakan “peluang luar biasa untuk membantu para kreator membuat film dan serial yang lebih baik, bukan hanya lebih murah.”
Sarandos memberikan contoh konkret penggunaan AI dalam serial fiksi ilmiah Argentina berjudul “El Eternauta (Sang Keabadian).” Dalam serial tersebut, para kreator ingin menampilkan adegan dramatis sebuah bangunan runtuh di Buenos Aires. Namun, biaya untuk menciptakan efek visual tersebut melampaui anggaran proyek. Tim kreatif Netflix kemudian berkolaborasi dengan Eyeline Studios, sebuah tim inovasi produksi internal, untuk mewujudkan adegan tersebut dengan bantuan teknologi AI.
“Rangkaian VFX (visual effects) itu diselesaikan 10 kali lebih cepat daripada yang bisa diselesaikan dengan perangkat dan alur kerja VFX tradisional,” ungkap Sarandos dalam pertemuan dengan investor terkait laporan keuangan kuartal kedua perusahaan, seperti yang dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (19/7/2025). “Dan juga biayanya tidak akan terjangkau untuk sebuah acara dengan anggaran sebesar itu.” Sarandos menambahkan bahwa adegan tersebut merupakan rekaman final GenAI pertama yang muncul di layar dalam serial atau film original Netflix.
Penggunaan AI di Hollywood sendiri telah menjadi isu sentral sejak mogok kerja para pekerja industri film pada tahun 2023, yang menghasilkan pedoman baru terkait pemanfaatan teknologi ini. Kekhawatiran utama yang muncul adalah potensi AI untuk menggantikan pekerjaan manusia.
Selain untuk efek visual, Co-CEO Netflix lainnya, Greg Peters, menyebutkan perusahaan juga sedang menjajaki cara lain untuk memanfaatkan GenAI dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Salah satunya adalah dengan menawarkan kemampuan kepada penonton untuk menggunakan perintah suara dalam mencari konten yang ingin ditonton. “Mengatakan ‘Saya ingin menonton film thriller psikologis kelam dari tahun 80-an,’ (dan mendapatkan) beberapa hasil… sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dalam pengalaman kami sebelumnya,” jelas Peters.
Lebih lanjut, Peters juga melihat potensi besar penggunaan GenAI dalam periklanan. Ia meyakini teknik generatif ini dapat mengurangi hambatan dalam pembuatan konten iklan yang menarik bagi merek dan pemasar seiring waktu. “Kami yakin teknik generatif ini dapat mengurangi hambatan tersebut secara iteratif seiring waktu dan memungkinkan kami melakukannya di lebih banyak tempat,” pungkas Peters.
Dengan pengakuan ini, Netflix menjadi salah satu pemain besar di industri hiburan yang secara terbuka mengakui dan memanfaatkan potensi kecerdasan buatan dalam proses produksinya, dengan fokus pada efisiensi biaya dan peningkatan kualitas konten. (Yan Kusuma/Mun)
-
EKBIS02/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 2 Februari 2026: Naik Rp 167.000 per Gram
-
OASE02/02/2026 05:00 WIBPelajaran Tauhid dan Sains dalam Surat Al-Anbiya Ayat 1-30 yang Wajib Diketahui Muslim
-
NASIONAL02/02/2026 06:00 WIBDKPP Sidang Anggota KPU Papua Pegunungan Adi Wetipo Terkait Dugaan Status ASN Aktif
-
RAGAM02/02/2026 14:30 WIBNisfu Syaban 2026: Simak Tanggal dan Cara Melaksanakan Puasa Sunnah
-
JABODETABEK02/02/2026 07:30 WIBJangan Sampai Telat! Layanan SIM Keliling Jakarta 2 Februari 2026 Tutup Pukul 14.00
-
EKBIS02/02/2026 10:30 WIBMenanti Data Ekonomi RI, Rupiah Senin Ini Konsolidasi di Kisaran Rp16.770 per Dolar AS
-
POLITIK02/02/2026 14:00 WIBPartai Prima Tuding PDIP Ingin Kunci Demokrasi dengan Usulan Ambang Batas
-
EKBIS02/02/2026 09:30 WIBPasar Saham ‘Berdarah’! IHSG Senin Pagi Longsor Tembus ke Bawah 8.000

















