EKBIS
Menanti Data Ekonomi RI, Rupiah Senin Ini Konsolidasi di Kisaran Rp16.770 per Dolar AS
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah hari ini, Senin, (2/2/2026), menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil dengan fluktuasi terbatas di tengah tekanan global dan sikap wait and see pelaku pasar. Berdasarkan data transaksi terkini, rupiah bergerak dalam fase konsolidasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hingga perdagangan pagi ini, mata uang rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.772 hingga Rp16.792 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pergerakan tipis dibandingkan penutupan pekan lalu, seiring pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 serta arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depan.
Kurs Transaksi Valas Hari Ini
Berikut data kurs transaksi valas per Senin (2/2/2026):
| Mata Uang | Kurs Beli (IDR) | Kurs Jual (IDR) |
|---|---|---|
| USD (Dolar AS) | 16.772,00 | 16.792,00 |
| EUR (Euro) | 19.918,54 | 19.936,26 |
| JPY (Yen Jepang) | 108,27 | 108,38 |
| SGD (Dolar Singapura) | 13.197,07 | 13.211,30 |
Sentimen Pasar dan Faktor Penggerak Rupiah
Dari sisi domestik, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 dapat mencapai 5,7%. Otoritas moneter menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap kompetitif, guna mendukung ekspor sekaligus mengendalikan inflasi dalam target pemerintah.
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental. Pertama, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter domestik yang mulai diperhitungkan pasar turut memengaruhi daya tarik aset berdenominasi rupiah.
Kedua, dari sisi eksternal, ketidakpastian arah kebijakan fiskal Amerika Serikat masih membayangi pasar global. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dan menahan posisi di aset berisiko.
Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), guna memastikan volatilitas tetap terkendali dan tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Perbandingan Data Bloomberg dan Yahoo Finance
Mengutip data Bloomberg, Senin (2/2/2026), rupiah berada di level Rp16.777 per dolar AS, menguat 9 poin atau 0,05% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.786 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah tercatat di level Rp16.791 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan 10 poin atau 0,06% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.781 per dolar AS.
Pergerakan Mata Uang Asia
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang tercatat melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,14%, dolar Singapura melemah 0,08%, won Korea Selatan turun cukup tajam sebesar 0,91%, dan dolar Taiwan melemah 0,43%.
Sementara itu, yuan Tiongkok menguat 0,10% dan peso Filipina naik tipis 0,03%. Adapun ringgit Malaysia turun 0,45% dan baht Thailand melemah 0,10%.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi domestik serta sinyal kebijakan bank sentral global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek. (Firmansyah/Mun)
-
RIAU16/07/2026 12:30 WIBBupati Kasmarni Dukung RSUD Mandau Naik Kelas
-
EKBIS16/07/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
POLITIK16/07/2026 10:00 WIBGus Ipul Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Muktamar NU
-
POLITIK16/07/2026 09:00 WIBKIPP Desak MK Evaluasi Putusan Pemisahan Pemilu
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
NASIONAL16/07/2026 11:00 WIBMasa Tunggu Haji Dipangkas Jadi 26 Tahun
-
NASIONAL16/07/2026 07:30 WIBKebakaran Hutan Mojokerto Kian Mengkhawatirkan
-
EKBIS16/07/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp18.071/USD

















