RAGAM
Hindari Asupan Garam Bila Menderita Penyakit Berikut Ini
AKTUALITAS.ID – Ahli jantung dan spesialis transplantasi jantung Dr. Dmitry Yaranov menjelaskan bahwa garam tidak selalu berbahaya, tetapi dapat berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu sehingga penting untuk memahami siapa yang harus membatasi natrium.
“Pada tubuh tertentu, garam bukanlah bumbu. Garam adalah bahan bakar bagi penyakit,” katanya ditulis laman Hindustan Times, Sabtu (10/1/2026) waktu setempat,
Pertama pada pasien gagal jantung, ia menjelaskan kelebihan natrium dapat memicu retensi cairan pada penderita gagal jantung, memperburuk penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini sering menyebabkan rawat inap yang lebih sering dan, seiring waktu, dikaitkan dengan angka harapan hidup yang lebih rendah.
Selanjutnya pada pasien hipertensi resisten yang membutuhkan tiga hingga empat obat untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol, garam dapat sangat berbahaya.
“Jika tekanan darah Anda membutuhkan tiga hingga empat obat, garam bukanlah ‘netral’. Ini adalah sabotase,” katanya.
Ketiga, pasien penyakit ginjal kronis biasanya disarankan untuk mengurangi asupan garam karena dapat memperburuk kondisi mereka. Dokter spesialis jantung menjelaskan, natrium mempercepat penurunan fungsi ginjal dan membuat pengendalian volume cairan hampir tidak mungkin dilakukan.
Menurut Dr. Yaranov, kelebihan garam juga dapat memperburuk pasien dengan hipertensi portal, yaitu tekanan darah tinggi pada sistem vena portal yang disebabkan oleh sirosis hati, serta memperparah asites, dengan memicu retensi cairan dan meningkatkan tekanan di dalam rongga perut.
Kelima, garam juga memperburuk keadaan lansia dengan kekakuan pembuluh darah karena arteri yang menua kehilangan kemampuannya untuk menangani natrium secara efisien, sehingga kelebihan garam lebih mungkin meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Yaranov mengatakan, pada orang dengan kesehatan normal, natrium bukan hanya penambah rasa namun sangat penting untuk sinyal saraf, kontraksi otot, keseimbangan cairan, dan pengaturan tekanan darah.
Ia mengatakan sangat penting melihat siapa yang dapat mentolerir natrium pada garam yang memengaruhi hasil dalam kondisi fisiologis.
(Purnomo/goeh)
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini