Connect with us

RAGAM

Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel Bisa Merusak Jaringan Mata

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Pemeriksaan mata. (Alodokter)

AKTUALITAS.ID – Floaters adalah ketika bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang dapat dilihat “mengambang” dan “melayang-layang” pada area pandang di mata dan dapat terjadi tiba-tiba dan sering membuat fokus penglihatan terganggu.

Dokter Dpesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau Dearaini mengatakan menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama dapat meningkatkan kelelahan mata (eye strain) dan mempercepat kerusakan jaringan mata.

“Walaupun tidak menyebabkan floaters secara langsung, kondisi ini bisa memperburuk persepsi terhadap bintik melayang. Terapkan aturan setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik. Pandang objek sejauh 20 kaki atau sekitar enam meter,” kata Dearaini dalam keterangannya di Tangerang, Kamis (16/4/2026).

“Meskipun banyak dialami banyak orang dan terlihat sepele, kondisi ini patut diperhatikan karena bisa menjadi tanda perubahan pada mata yang memerlukan pemeriksaan oleh dokter,” kata dia.

Langkah lain yang bisa dilakukan seseorang untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan mata yakni pemeriksaan secara rutin mencakup tes slit-lamp, pemeriksaan retina, dan tonometri untuk mengukur tekanan bola mata.

Kemudian melakukan pengendalian penyakit sistemik yang mempengaruhi mata, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Lindungi mata dari Paparan Sinar UV (UltraViolet) sebab sinar dari matahari dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina.

Lalu konsumsi nutrisi yang menyehatkan mata karena asupan gizi seimbang berperan besar dalam menjaga elastisitas dan kesehatan jaringan mata.

Terkait rokok, ia menjelaskan jika rokok dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah ke retina. Nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok juga mempercepat degradasi kolagen vitreous sehingga memicu pembentukan floaters lebih cepat.

“Berhenti merokok akan memberikan manfaat langsung pada kesehatan mata dan memperlambat proses penuaan visual,” kata Dearaini.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version