RAGAM
Tikus Jadi Pembawa Utama Hantavirus
AKTUALITAS.ID – Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan munculnya kasus baru karena virus ini memiliki masa inkubasi hingga enam minggu.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat. Tikus menjadi pembawa paling umum, tetapi virus ini juga dapat ditemukan pada hewan lain seperti tupai, hamster, dan marmut.
Penularan ke manusia umumnya terjadi saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang sudah mengering. Kondisi ini kerap terjadi ketika seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau ruangan tertutup yang pernah menjadi sarang tikus.
Selain lewat udara, hantavirus juga bisa menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu tanpa sadar menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan, meski kasusnya lebih jarang.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius, yaitu hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Gejala awal hantavirus sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, hingga nyeri perut. Namun pada beberapa strain tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi berat seperti sesak napas, batuk, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.
Peneliti virus asal Australia, Paul Griffin, menyebut sekitar 150.000 hingga 200.000 kasus hantavirus terjadi setiap tahun di dunia. Meski begitu, penularan antarmanusia sangat jarang.
Dr. Sonja Bartolome dari UT Southwestern Medical Center di Dallas mengatakan deteksi dini hantavirus cukup sulit karena gejala awalnya mirip flu biasa. “Pada tahap awal penyakit, Anda mungkin benar-benar tidak dapat membedakan antara hantavirus dan flu,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus. Penanganan dilakukan melalui perawatan suportif seperti pemberian oksigen, ventilator, hingga dialisis pada kasus berat.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan pengerat, dan menggunakan pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. (Irawan/Mun)
-
RAGAM09/05/2026 14:00 WIBAli Shariati dan Api Perlawanan Iran
-
NUSANTARA09/05/2026 12:30 WIBBRIN Temukan Tanda Gempa Besar di Gunung Ciremai
-
NUSANTARA09/05/2026 14:30 WIBASN Lapas Palopo Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Kost
-
OLAHRAGA09/05/2026 17:30 WIBKericuhan Pascalaga Persipura vs Adhyaksa Jadi Sorotan PSSI
-
DUNIA09/05/2026 15:00 WIBSaudi Tolak AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran
-
RAGAM09/05/2026 15:30 WIBRamalan Zodiak Sabtu 9 Mei 2026
-
RAGAM09/05/2026 20:30 WIBShakira Bocorkan Lagu Resmi Piala Dunia 2026
-
EKBIS09/05/2026 16:30 WIBPupuk Kujang: Stok Pupuk Petani di Indramayu Cukup

















