RAGAM
Peneliti: Waspada! Jam Tangan Pintar Mengandung Bahan Kimia Berisiko
AKTUALITAS.ID – Para peneliti dari Universitas Notre Dame, Amerika Serikat, menemukan fakta mengejutkan dalam studi terbaru mereka: beberapa merek jam tangan pintar dan pelacak kebugaran ternyata mengandung bahan kimia dengan konsentrasi tinggi yang bisa berdampak pada kesehatan.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Medical Daily, tim ilmuwan menguji 22 merek perangkat wearable dan menemukan bahwa sembilan di antaranya mengandung asam perfluoroheksanoat (PFHxA) dalam jumlah tinggi. Bahan kimia ini termasuk dalam kelompok PFAS (zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil), yang biasa digunakan untuk membuat produk tahan air, panas, dan noda.
Yang mengejutkan, beberapa produk memiliki kadar PFHxA lebih dari 1.000 bagian per miliar (ppb)—jauh lebih tinggi dari yang biasanya ditemukan dalam produk konsumen.
“Ini adalah salah satu konsentrasi tertinggi yang pernah kami temukan,” ujar Graham Peaslee, salah satu penulis studi.
PFAS telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan kesuburan, peningkatan kadar kolesterol, hingga risiko kanker ginjal dan testis. Pada anak-anak, zat ini dapat memengaruhi hormon, perkembangan tubuh, dan meningkatkan risiko penyakit seperti asma serta gangguan tiroid.
Dengan semakin banyaknya orang yang memakai perangkat wearable selama rata-rata 11 jam sehari, penting untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk yang aman. Penelitian ini menjadi pengingat bagi produsen untuk lebih transparan mengenai bahan yang mereka gunakan, serta bagi konsumen untuk lebih selektif dalam memilih perangkat yang aman bagi kesehatan.
Bagi Anda yang menggunakan jam tangan pintar atau pelacak kebugaran, apakah Anda sudah yakin dengan keamanannya? (YAN KUSUMA/RIHADIN)
-
JABODETABEK22/10/2026 05:30 WIBBMKG Ingatkan Hujan di Hampir Seluruh Jakarta
-
EKBIS22/10/2026 09:30 WIBIHSG 5.247 Anjlok
-
JABODETABEK22/10/2026 06:30 WIBPolda Metro Jaya Buka SIM Keliling di 5 Wilayah
-
DUNIA22/10/2026 08:00 WIBNATO Siaga Penuh Hadapi Ancaman Sabotase Rusia
-
EKBIS22/10/2026 10:30 WIBRupiah Tak Mampu Melawan Dominasi Dolar
-
POLITIK22/10/2026 06:00 WIBPDIP Tantang Jokowi Soal Polemik Ijazah
-
NUSANTARA22/10/2026 08:30 WIBSumut Kembali Dikepung Kabut Asap Kiriman
-
NASIONAL22/10/2026 10:00 WIBSurvei SMRC: 61% Publik Tidak Puas Program Makan Bergizi Gratis

















