EKBIS
Di Tengah Kabar Tak Pasti, Rupiah Justru Makin Perkasa
AKTUALITAS.ID – Rupiah bangkit pagi ini Jumat (25/4/2025). Di tengah ketidakpastian global dan komentar “plot twist” dari Presiden AS Donald Trump, nilai tukar rupiah justru menguat terhadap dolar AS.
Mengacu data Bloomberg pada pukul 09.07 WIB, rupiah tercatat menguat 57,5 poin atau 0,34% ke posisi Rp16.815 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya sempat melemah tipis ke Rp16.872,5 per dolar.
Sementara itu, indeks dolar terpantau bergerak naik tipis sebesar 0,25 poin ke level 99,62. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terlihat mengalami penurunan sebesar 2 poin ke level 4,31%.
Dikutip dari Reuters, penguatan rupiah terjadi saat nilai tukar dolar AS justru menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat pagi, setelah sempat melemah sehari sebelumnya. Pasar global masih berupaya mencerna arah kebijakan ekonomi AS, terutama di tengah pernyataan Presiden Trump yang dinilai membingungkan terkait kesepakatan dagang dan potensi intervensinya terhadap bank sentral AS, The Fed.
📊 PERGERAKAN MATA UANG GLOBAL (25/4/2025):
| Mata Uang | Perubahan | Level Terkini |
|---|---|---|
| Dolar AS | +0,3% | 143,08 Yen |
| Euro | -0,3% | 1,1355 USD |
| Poundsterling | -0,2% | 1,3314 USD |
| Bitcoin | +0,1% | 94.220 USD |
Sepanjang pekan ini, pergerakan dolar memang menunjukkan volatilitas yang tinggi. Pada awal pekan, mata uang Paman Sam ini sempat anjlok 1% terhadap sejumlah mata uang utama setelah Trump mengancam akan mengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Namun, situasi berbalik keesokan harinya ketika dolar melonjak 1,5% setelah Trump meralat ucapannya dan membuka peluang pelonggaran tensi perang dagang dengan China.
Kendati demikian, belum adanya perkembangan signifikan dalam pembukaan kembali perundingan dagang antara AS dan China kembali menekan nilai dolar menjelang akhir pekan. Secara keseluruhan, indeks dolar masih berpeluang mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 0,27%, mengakhiri tren penurunan selama empat pekan berturut-turut.
Ketidakjelasan komunikasi terkait hubungan dagang AS-China semakin membingungkan investor. Pemerintah China menyatakan belum ada pembicaraan dagang resmi dengan Washington, namun Trump bersikukuh negosiasi langsung sedang berlangsung.
Di pasar Asia pagi ini, dolar tercatat naik 0,3% terhadap yen Jepang menjadi 143,08, dan menguat 0,4% terhadap franc Swiss ke level 0,8303. Sementara itu, euro melemah 0,3% ke posisi US$ 1,1355 dan poundsterling turun 0,2% ke US$ 1,3314.
Di sisi lain, AS menunjukkan sinyal kemajuan dalam negosiasi dagang dengan sekutu di Asia seperti Korea Selatan dan Jepang. Korea Selatan menargetkan paket kesepakatan sebelum jeda tarif balasan berakhir pada Juli mendatang. Menteri Keuangan Jepang juga menyatakan belum ada pembicaraan soal target nilai tukar dengan AS.
Para analis memperkirakan sentimen risiko global dapat membaik jika ada persepsi pengurangan tarif, yang berpotensi menahan aksi jual aset AS dan mendorong dolar kembali menguat terhadap yen. Namun, tantangan besar masih terletak pada negosiasi dengan China.
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) menegaskan komitmen untuk menaikkan suku bunga jika inflasi inti sesuai target, namun mewaspadai dampak tarif AS terhadap ekonomi global. Data terbaru menunjukkan inflasi inti di Tokyo meningkat, namun BOJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya dalam pertemuan mendatang.(Mun/Yan Kusuma)
-
POLITIK08/06/2026 09:00 WIBPengamat: Saatnya Prabowo Bersihkan Kabinet dari yang Tak Efektif
-
POLITIK08/06/2026 16:03 WIBPengamat Ingatkan Said Iqbal: Buruh Jangan Dijadikan Komoditas Politik
-
EKBIS08/06/2026 11:10 WIBMentan Amran Minta Harga TBS Kembali Normal dan 300 Perusahaan Sawit akan Diperiksa
-
RIAU08/06/2026 12:00 WIBSekolah dan Rumah Warga di Bengkalis Rusak Diterjang Puting Beliung
-
DUNIA08/06/2026 06:45 WIBIran Hujani Israel dengan Rudal
-
NUSANTARA08/06/2026 15:48 WIBPT Permata Sentra Propertindo Laksanakan Eksekusi Lahan Eks Cinde Palembang
-
NUSANTARA08/06/2026 09:15 WIB7 Wilayah di Indonesia Ini Resmi Diterjang Tsunami Pagi Ini
-
POLITIK08/06/2026 17:15 WIBSaid Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden, Pengamat: Pemerintah Bukan Paguyuban

















