Berita
Ma’ruf Amin Tidak Setuju Jabatan Presiden Tiga Periode
Ma’ruf sepakat dengan Presiden Joko Widodo
AKTUALITAS.ID – Wacana amandemen UUD 1945 untuk menambah jabatan presiden tiga periode menuai kritikan dan penolakan. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan tak setuju dengan usulan jabatan presiden menjadi tiga periode.
“Saya kira berlebihanlah menurut saya. Itu mengundang polemik baru dan justru dulu dibatas itu kan supaya tidak kebablasan,” kata Ma’ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (4/12).
Dalam hal ini, Ma’ruf sepakat dengan Presiden Joko Widodo yang sama-sama tidak setuju dengan wacana itu. Menurut dia, lebih baik pembahasan amandemen UUD 1945 hanya terkait menghidupkan kembali GBHN saja.
“Kalau soal amandemen terbatas kan memang silakan dibahas. Kalau memang ada amandemen terbatas itu tentang GBHN dianggap disepakati bahwa itu penting, bahwa itu akan lebih baik, tentu itu akan menjadi saya kira boleh saja dibahas di DPR/MPR,” jelasnya.
Ma’ruf mewanti-wanti agar jangan berlebihan dalam membahas amandemen UUD 1945 ini. Karena jika demikian, menurutnya nanti jadi bisa melebar ke mana-mana.
“Kalau terbatas ya terbatas, jadi jangan melebar ke mana-mana. Nanti kalau tambah ini lagi, plus ini, tambah ini lagi,” kata Ma’ruf.
Sebelumnya, muncul usulan masa jabatan presiden tiga periode langsung ditanggapi sinis oleh Presiden Jokowi. Ia langsung menyampaikan tiga hal tentang wacana masa jabatan presiden tiga periode.
-
RIAU16/09/2026 18:32 WIB68 Kg Sabu Lenyap Jadi Abu, Bupati Kasmarni: Setiap Gram Narkoba Mengancam Masa Depan
-
DUNIA16/09/2026 12:00 WIBAS Tekor Rp670 T Gempur Iran
-
EKBIS16/09/2026 11:30 WIBEmas Antam Tembus Rp2,593 Juta/Gram
-
RIAU16/09/2026 13:00 WIBSIM Bekas Disulap Jadi SIM Palsu, Polisi Bongkar Jaringan di Siak dan Pekanbaru
-
NUSANTARA16/09/2026 12:30 WIBHari Ke-9, SAR Kepung Tenggara Anak Krakatau
-
NASIONAL16/09/2026 19:30 WIBRocky Gerung: Polwan Punya Peran Penting Redam Konflik di Masyarakat
-
EKBIS16/09/2026 16:00 WIBDefiyan: RUU Migas Harus Tunduk pada Pasal 33
-
POLITIK16/09/2026 17:00 WIBDede Yusuf Bocorkan Threshold 4–5 Persen

















