JABODETABEK
KPID Jakarta Siap Audit Izin Siaran Trans7, Imbas Kasus Santri dan Kiai
AKTUALITAS.ID – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta memastikan akan melakukan audit menyeluruh terhadap izin siaran Trans7, menyusul rekomendasi DPR RI buntut tayangan “Xpose Uncensored” yang menyinggung santri, kiai, dan pesantren beberapa waktu lalu.
“Audit ini penting agar lembaga penyiaran punya sistem pengawasan yang benar, bukan cuma formalitas administratif. Ini momentum bagi industri penyiaran untuk berbenah,” tegas Ketua KPID DKI Jakarta Rizky Wahyuni, Jumat (17/10/2025).
Menurut Rizky, audit bukan sekadar hukuman, tapi juga mekanisme koreksi struktural agar tata kelola penyiaran makin kuat dan sehat.
KPID mencatat, Trans7 bukan kali pertama melanggar. Dalam periode 2022–2024, stasiun TV itu sudah beberapa kali kena sanksi administratif karena pelanggaran norma kesopanan dan perlindungan anak.
“Masalah utama ada di sistem kontrol internal. Banyak rumah produksi dan tim editorial yang belum paham Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS),” ujarnya.
Rizky menilai kondisi ini selaras dengan data KPI Pusat 2024–2025, yang menyebut 60 persen aduan publik berasal dari program hiburan dan infotainment — kebanyakan berisi kekerasan verbal, eksploitasi isu pribadi, hingga pelanggaran etika.
Berdasarkan Indeks Kualitas Program Siaran Televisi (IKPSTV) 2025, nilai rata-rata mutu siaran nasional hanya 3,29 dari skala 4, sedikit di atas ambang batas minimum. Kategori sinetron, variety show, dan infotainment jadi yang terendah.
“Banyak lembaga penyiaran lebih fokus ke rating dan share, bukan ke mutu. Padahal tujuan penyiaran adalah mencerdaskan dan memperkuat nilai kebangsaan,” kata Rizky.
Ia mendorong setiap lembaga penyiaran untuk memperkuat kontrol kualitas, pra-tinjauan tayangan, serta pelatihan rutin terkait etika dan regulasi siaran.
Sementara itu, Direktur Produksi Trans7 Andi Chairil menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar pesantren atas tayangan “Xpose Uncensored” pada 13 Oktober 2025.
“Kami sudah memutus kerja sama dengan rumah produksi yang membuat konten tersebut dan menindak tegas pihak internal yang terlibat,” ujarnya. (YAN KUSUMA/DIN)
-
RIAU10/05/2026 10:15 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Dipastikan Kembali Digelar, Polda Riau Siapkan Event Lari Terbesar di Sumatera
-
PAPUA TENGAH10/05/2026 00:31 WIBGadai Laptop Demi Lima Bungkus Sopi, Seorang Pria di Mimika Ditangkap Polisi
-
OLAHRAGA09/05/2026 22:30 WIBPendanaan Pelatnas Diatur Ulang Kemenpora Bersama Kemenkeu
-
RAGAM10/05/2026 00:01 WIBPentingnya Aturan Pembatasan Masa Pakai Galon Guna Ulang
-
OASE10/05/2026 05:00 WIBAyat Al Quran Tentang Malaikat yang Jarang Diketahui
-
NASIONAL10/05/2026 11:00 WIBAmien Rais Dinilai Siap Tanggung Semua Risiko
-
OTOTEK10/05/2026 06:30 WIBCara Bikin Font WhatsApp Jadi Mesin Ketik
-
EKBIS10/05/2026 11:30 WIBEmas Antam Tak Bergerak Seinci Pun Hari Ini

















