DUNIA
Aksi Demontrasi di Iran Barat Berujung Bentrok, Lima Orang Tewas
AKTUALITAS.ID – Lima orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam aksi protes yang terjadi di wilayah barat dan barat daya Iran pada Kamis (1/1/2026), demikian dilaporkan media setempat.
Kantor Berita semi resmi, Fars, mengutip seorang pejabat lokal yang tidak disebutkan namanya, melaporkan lebih dari 150 orang berkumpul di wilayah Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Massa dilaporkan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah serta melempari gedung-gedung publik dengan batu.
“Setelah polisi turun tangan, sebagian pengunjuk rasa melepaskan tembakan ke arah aparat keamanan hingga melukai sejumlah petugas, sementara dua orang tewas dalam bentrokan tersebut,” kata pejabat itu.
Fars juga melaporkan tiga orang lainnya tewas dan 17 orang terluka ketika sekelompok perusuh menyerang markas kepolisian di Provinsi Lorestan. Insiden itu terjadi dengan memanfaatkan aksi protes publik di Kota Azna.
Menurut laporan tersebut, para penyerang menggunakan senjata tajam dan senjata api saat berupaya melucuti aparat dan menyerbu gudang senjata, yang kemudian memicu bentrokan.
Kekerasan ini terjadi setelah media lokal memberitakan penangkapan 20 orang dalam insiden di Kota Kuhdasht, Provinsi Lorestan, pada Rabu. Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota pasukan Basij yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan tewas.
Pada 28 Desember, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menggelar aksi protes menyusul anjloknya nilai tukar mata uang lokal, rial Iran, terhadap mata uang asing serta meningkatnya tekanan ekonomi. Aksi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain di seluruh negeri.
“Kami mengamati, mendengarkan, dan secara resmi mengakui adanya protes, krisis, dan tantangan yang terjadi,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengakui adanya ketidakpuasan publik. Ia menyatakan pemerintah bertanggung jawab atas persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini dan mengimbau para pejabat agar tidak menyalahkan pihak eksternal seperti Amerika Serikat.
(Ari Wibowo/goeh)
-
NASIONAL10/09/2026 06:00 WIBKades Minta Pemilihan Ditunda, DPR Belum Tutup Pintu
-
OASE10/09/2026 05:00 WIBMisteri Ruang dan Waktu yang Diisyaratkan Al-Qur’an
-
POLITIK10/09/2026 11:00 WIBPrabowo Bongkar Sikap Demokrat Saat Tak Berkuasa
-
POLITIK10/09/2026 07:00 WIBPDIP Baca Pidato AHY sebagai Sinyal Ketidakpuasan
-
NUSANTARA10/09/2026 07:30 WIBTim SAR Sisir 3 Pulau, 5 Jurnalis Belum Ditemukan
-
NUSANTARA10/09/2026 12:30 WIBTNI AL Turunkan Kapal Perang Cari Jurnalis Hilang
-
JABODETABEK10/09/2026 05:30 WIBJangan Terkecoh Cerah! Dua Wilayah Jakarta Ini Bakal Diguyur Hujan
-
JABODETABEK09/09/2026 23:00 WIBMayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Kebon Manggis

















