Berita
Kematian Qassim Sulaimani, Ribuan Pasukan AS Sudah Mulai Berangkat ke Timur Tengah
Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan ke Timur Tengah sudah mulai melakukan perjalanan dari Fort Bargg, North Carolina pada Sabtu (4/1). Mereka akan ditempatkan di Kuwait menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah AS membunuh jenderal Iran. Pada Minggu (5/1/2020) juru bicara Divisi Penerjun 82 Letnan Kolonel Mike Burns mengatakan sebanyak 3.500 pasukan akan […]
Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan ke Timur Tengah sudah mulai melakukan perjalanan dari Fort Bargg, North Carolina pada Sabtu (4/1). Mereka akan ditempatkan di Kuwait menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah AS membunuh jenderal Iran.
Pada Minggu (5/1/2020) juru bicara Divisi Penerjun 82 Letnan Kolonel Mike Burns mengatakan sebanyak 3.500 pasukan akan dikirimkan dalam beberapa hari ke depan. Pasukan itu anggota brigade divisi pengerahan cepat dikenal Immediate Response Force atau Pasukan Cepat Tanggap.
Burns mengatakan satu grup akan bergabung dengan 700 pasukan yang sudah berada di Kuwait pada awal pekan ini. Pada Sabtu hanggar di Fort Bragg dipenuhi oleh peralatan tempur dan pasukan yang kelelahan.
Beberapa diantaranya mencoba tidur beberapa menit di kursi-kursi kayu dan bus-bus. Pengerahan pasukan tambahan menunjukkan Washington khawatir dengan potensi serangan balasan dari Iran.
Setelah pesawat tanpa awak AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan Elit Quds. AS menuduh Soleimani orang dibalik serangan-serangan terhadap pasukan AS dan sekutu-sekutunya dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara di dekat bandara internasional Baghdad. Iran bersumpah akan membalas serangan tersebut.
Sumpah Iran meningkatkan kemungkinan perang terbuka. Tapi belum diketahui kapan dan bagaimana Teheran menanggapi pembunuhan ini.
Pasukan yang akan meninggalkan Fort Bragg tidak dapat diwawancarai. Tapi militer merilis rekaman video yang berisi wawancara seorang kru pesawat. Kru yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan ia sudah membuat rencana tahun baru tapi ia ditelepon dan diminta membantu memuat barang bawaan tentara.
“Kami bertanggung jawab untuk memuat kargo, hampir seluruh skuadron kami mendapat peringatan, seperti sekelompok pesawat datang ke sini, saya sedang bersiap untuk keluar malam tahun baru ketika mereka menelepon saya,” katanya.
Dalam rekaman video itu terlihat para tentara yang memakai seragam memasuki pesawat. Mereka membawa ransel dan senjata laras panjang. Pasukan AS juga memuat Humvees ke dalam kargo dan dirantai untuk dibawa ke Timur Tengah.
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
NASIONAL18/05/2026 13:00 WIBPrabowo Tegaskan Penyelewengan MBG Akan Ditindak Tanpa Ampun
-
EKBIS18/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Turun Tajam ke Rp2,764 Juta
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
POLITIK18/05/2026 14:00 WIBIdham Holik Tegaskan Kampus Kunci Selamatkan Demokrasi RI

















