DUNIA
Hamas: Board of Peace Trump Harus Tekan Israel
AKTUALITAS.ID – Kelompok pejuang Hamas memperingatkan ujian terberat anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat akan terjadi di Jalur Gaza. Peringatan itu disampaikan setelah Dewan Perdamaian menggelar pertemuan perdana di Washington DC, Kamis (19/2/2026).
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa tugas utama Board of Peace adalah memastikan Israel mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
“Ujian sesungguhnya adalah kemampuan mereka memaksa pasukan pendudukan berhenti melanggar gencatan senjata, memenuhi kewajiban mereka, dan memulai upaya bantuan serta rekonstruksi yang tulus,” ujar Qassem kepada Al Jazeera.
Board of Peace merupakan inisiatif Presiden AS Donald Trump yang diklaim sebagai solusi politik dan kemanusiaan bagi Gaza. Organisasi tersebut terbentuk setelah mendapat persetujuan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB pada tahun lalu.
Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada Oktober tahun lalu, yang mencakup penghentian pertempuran dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Namun, menurut Hamas, sejak kesepakatan berlaku, pelanggaran masih terjadi.
Qassem menilai belum ada tekanan nyata terhadap Israel meski berbagai pihak internasional telah mengeluarkan kecaman. Ia menyebut pengalaman beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa tanpa tekanan konkret, pelanggaran terus berulang.
Israel sendiri melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza sejak Oktober 2023. Dampak konflik tersebut sangat luas, dengan puluhan ribu korban jiwa dan luka-luka serta jutaan warga kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan infrastruktur.
Dalam pertemuan perdana Board of Peace, Trump mengumumkan komitmen dana sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun untuk mendukung rekonstruksi Gaza. Sejumlah negara seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Uzbekistan, Maroko, Bahrain, dan Qatar juga disebut berkontribusi dengan total sekitar US$7 miliar.
Board of Peace terdiri dari 27 anggota tetap dan 22 negara pengamat. Lembaga ini digadang-gadang menjadi motor diplomasi dan pembangunan kembali Gaza pascakonflik.
Meski demikian, Hamas menilai kredibilitas Board of Peace akan diuji oleh kemampuannya menekan Israel agar benar-benar mematuhi gencatan senjata dan membuka akses bantuan kemanusiaan secara penuh.
Sebagai sekutu dekat Israel, posisi Amerika Serikat dalam mendorong implementasi kesepakatan dinilai menjadi faktor krusial dalam menentukan efektivitas lembaga tersebut di lapangan. (Mun)
-
NUSANTARA29/10/2026 07:30 WIBPaman Mau Perkosa Keponakan, Lansia Penolong Malah Dihajar Hingga Tewas
-
NASIONAL29/10/2026 07:00 WIBDPR Pasang Target Ambisius untuk RUU Perampasan Aset
-
NASIONAL29/10/2026 10:00 WIBDemo Bukan Perang! Koalisi Sipil Desak Pasukan TNI Ditarik dari Jalanan Jakart
-
JABODETABEK29/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Petir Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Jakarta
-
NASIONAL29/10/2026 06:00 WIBDasco Minta Kritik Kabut Asap Dijawab dengan Penegakan Hukum
-
NASIONAL29/10/2026 11:00 WIBErna Sari Dewi: Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan
-
EKBIS29/10/2026 10:30 WIBBaru Naik Dua Hari, Emas Antam Mendadak Berbalik Arah
-
NUSANTARA29/10/2026 11:30 WIBRibuan Rumah Terendam Banjir di Medan
















