DUNIA
Tiga WNI Masih Belum Ditemukan di Selat Hormuz
AKTUALITAS.ID – Tiga dari empat Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia dilaporkan hilang setelah terjadi insiden kapal tugboat Musaffah 2 yang meledak dan tenggelam di Selat Hormuz pada Jumat pekan kemarin.
Sementara satu WNI dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka.
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memonitor perkembangan pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang dilaporkan hilang di Selat Hormuz.
“Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM terus koordinasi dengan Kemenlu dan P2MI untuk memonitor,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Tiga WNI yang hilang merupakan ABK Kapal Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA).
Insiden meledak dan tenggelamnya kapal terjadi saat Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz pasca serangan AS dan Israel.
Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak paling penting di dunia yang menghubungkan produsen minyak utama Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Namun selat tersebut kini menjadi salah satu kawasan paling tegang di Timur Tengah sejak memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat – Israel.
(Ari Wibowo/goeh)
-
RIAU14/09/2026 16:22 WIBPolresta Pekanbaru Musnahkan 1.473 Butir Ekstasi, Sabu dan Cartridge Etomidate
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
NUSANTARA14/09/2026 11:15 WIBGunung Semeru Tiga Kali Erupsi dalam Dua Jam
-
POLITIK14/09/2026 17:00 WIBPDIP Pecat Kader Usai Temui Jokowi
-
NASIONAL14/09/2026 19:00 WIBDPR Minta Sanksi Keras bagi Operator Kapal yang Membandel
-
EKBIS14/09/2026 10:15 WIBHarga BBM Pertamina 14 September 2026
-
EKBIS14/09/2026 11:45 WIBPemerintah Ketok Palu Tarif Listrik PLN 14–20 September 2026
-
NASIONAL14/09/2026 10:00 WIBPDIP Desak Polisi Jerat Otak Kerusuhan Pakai KUHP Baru

















