DUNIA
Balas Dendam! Drone Pasukan Iran Serang Kapal AS Buntut Pembajakan Kargo TOUSKA
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangan drone terhadap sejumlah kapal AS sebagai respons atas penyitaan kapal kargo berbendera Iran.
Serangan tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Drone-drone Iran disebut diluncurkan untuk menargetkan kapal-kapal milik Amerika Serikat, meski belum dirinci apakah sasaran merupakan kapal militer atau komersial.
Langkah ini diambil sebagai balasan atas insiden penyitaan kapal kontainer TOUSKA oleh pasukan AS di wilayah Teluk Oman.
Menurut Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, pasukan Amerika tidak hanya menyita kapal tersebut, tetapi juga menonaktifkan sistem navigasi sebelum mengambil alih kendali kapal.
Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengungkapkan bahwa pasukan AS bahkan melepaskan tembakan ke arah kapal sebelum melakukan penyitaan.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat melalui Komando Pusat (CENTCOM) mengonfirmasi adanya pencegatan kapal kargo Iran. Dalam keterangannya, kapal perang USS Spruance disebut mencegat kapal tersebut karena diduga mencoba menerobos blokade laut Washington di kawasan tersebut.
Kapal TOUSKA diketahui berlayar dari Port Klang, Malaysia, pada 12 April dan sedang menuju Bandar Abbas, Iran, sebelum akhirnya dicegat oleh pasukan AS.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Teluk Oman yang menjadi salah satu rute perdagangan global.
Serangan drone Iran dinilai sebagai sinyal eskalasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat serangan tersebut. Namun, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi yang dinilai dapat berdampak pada stabilitas keamanan global. (Mun)
-
NASIONAL30/10/2026 04:09 WIBDari Kwitang, SDI Himpun Tokoh Penting Demi Indonesia Emas
-
EKBIS30/10/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Hingga Sentuh Level 4.979
-
NASIONAL29/10/2026 19:00 WIBKemenag Masukkan Materi Anti-LGBTQ ke Sekolah
-
NUSANTARA29/10/2026 22:00 WIBBNPB: Kalbar 391 Ha, Kalsel 35 Ha Masih Terbakar
-
POLITIK30/10/2026 10:00 WIBPKB Minta Pansel KPU-Bawaslu Tunggu RUU Pemilu Rampung
-
RIAU30/10/2026 03:30 WIBLolos Paripurna, Nasib Uang Rakyat Bengkalis 2027 Kini di Tangan Banggar
-
RIAU30/10/2026 04:30 WIBSapu Bersih Narkoba, Petinggi Polres Bengkalis Jalani Tes Urine Mendadak
-
DUNIA29/10/2026 21:00 WIBGertak AS! Mojtaba Khamenei Beberkan Syarat Perang Berakhir
















