NUSANTARA
Satu Puntung Rokok Bikin Lahan di OKU Terbakar
AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan. Kali ini, api melahap kawasan semak belukar kering di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, dan diduga dipicu oleh kelalaian kecil: puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di tengah kondisi lahan yang sudah kering akibat musim kemarau. Situasi tersebut membuat api dengan cepat merambat dan membakar area vegetasi yang mudah terbakar.
Manajer Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, menyebut dugaan sementara sumber api berasal dari aktivitas manusia yang tidak disengaja, yakni pembuangan puntung rokok di area lahan kering.
“Peristiwa karhutla terjadi siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB. Lahan yang terbakar merupakan semak belukar kering akibat kemarau sehingga sangat mudah terbakar,” ujarnya.
Mendapat laporan dari warga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Satu unit mobil tangki air dikerahkan guna menahan laju api agar tidak meluas ke permukiman warga yang berada hanya beberapa ratus meter dari titik kebakaran.
Respons cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas lebih jauh. Hingga sore hari, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, meski proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Meski api berhasil dikendalikan, BPBD OKU masih melakukan pendataan terkait luas lahan yang terdampak akibat kebakaran tersebut.
Saat ini, petugas masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api akibat sisa bara yang belum sepenuhnya padam.
BPBD OKU juga kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di area lahan kering, terutama saat musim kemarau. Kebiasaan kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu bencana besar seperti karhutla.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memperparah kondisi lingkungan dan memicu sanksi hukum bagi pelakunya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di tengah musim kemarau, kelalaian kecil dapat berujung pada bencana besar yang mengancam lingkungan, kesehatan, hingga keselamatan warga sekitar. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
EKBIS27/07/2026 17:31 WIBProfil Destry Damayanti: Dari Ekonom hingga Pejabat Gubernur Sementara BI
-
OLAHRAGA27/07/2026 16:29 WIBPrediksi Indonesia vs Kamboja: John Herdman Incar Tiga Poin pada Laga Pembuka Grup A
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 18:00 WIBKorupsi Dana Hibah KPU Mimika Rp28 Miliar, Kapolda Papua Tengah Pastikan Tetap Jalan

















