NUSANTARA
Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia
AKTUALITAS.ID – Sebuah tragedi memilukan mengguncang keluarga pekerja migran Indonesia. Seorang perempuan muda asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), diduga menjadi korban penganiayaan berat hingga meninggal dunia di Malaysia. Lebih memilukan lagi, bayi yang dikandungnya lahir secara prematur dan juga diduga menjadi korban kekerasan hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, setelah menerima laporan dari timnya bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia yang ikut melakukan penelusuran dan pengurusan jenazah korban.
“Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah,” ujar Haji Uma, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan terjadi pada 25 Maret 2026 di kawasan Klang, Selangor. Akibat kekerasan yang diduga dialaminya, Putri melahirkan secara prematur dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Tidak berhenti di situ, bayi yang baru dilahirkan tersebut juga diduga mengalami penganiayaan berulang hingga akhirnya meninggal dunia.
“Bayi itu tidak hanya sekali disakiti, tetapi diduga berulang kali diperlakukan secara kejam hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Haji Uma.
Kasus ini terungkap setelah pihak KBRI Kuala Lumpur menyampaikan informasi kepada tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia. Dalam laporan yang diterima, Putri dan bayinya diduga menjadi korban pembunuhan di kawasan Sepang, Selangor, pada Rabu (3/6/2026).
Yang semakin menyayat hati, jasad ibu dan bayinya ditemukan di lokasi yang berbeda. Jenazah Putri kini berada di Rumah Sakit Serdang, Selangor, sedangkan jenazah bayinya berada di Rumah Sakit Shah Alam untuk kepentingan penyelidikan.
Menurut Haji Uma, berdasarkan informasi dari KBRI Kuala Lumpur, pihak kepolisian Malaysia telah mengamankan seorang perempuan warga negara Malaysia yang diduga terkait dalam kasus tersebut.
“Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan pada 19 Juni 2026 dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia,” ujarnya.
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam di Aceh dan menjadi perhatian terhadap perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung di Malaysia untuk mengungkap secara utuh kronologi serta motif di balik dugaan penganiayaan yang merenggut nyawa seorang ibu muda dan bayi yang baru dilahirkannya. (Irawan/Mun)
-
JABODETABEK23/06/2026 19:47 WIBJakarta Catat 2.269 Aduan Kekerasan, Kampus Didorong Jadi Ruang Aman
-
OLAHRAGA24/06/2026 04:30 WIBBrazil vs Skotlandia: Penentu Tiket Lolos Grup C Piala Dunia
-
POLITIK23/06/2026 19:25 WIBPDIP: Putusan MK Nomor 90 Jadi Titik Kontroversi Politik Gibran
-
JABODETABEK24/06/2026 05:30 WIBCuaca 24 Juni: Jakarta Tak Bisa Lepas dari Hujan Ringan
-
NUSANTARA23/06/2026 22:31 WIBHerman Deru Dorong Inovasi Daerah Hadapi Efisiensi Anggaran dan Keterbatasan Fiskal
-
NASIONAL23/06/2026 20:00 WIBKomisi VII Desak BPOM Rutin Inspeksi AMDK di Seluruh Indonesia
-
EKBIS23/06/2026 23:00 WIBPT KMR Klaim Kasus Minyakita Bermasalah di Wonogiri Tuntas
-
EKBIS24/06/2026 00:01 WIBDidukung Kemenpar, KRISTAInterFOOD 2026 Siap Perkuat Industri F&B Nasional

















