POLITIK
Muhdi: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemimpin, Namun Membangun Peradaban Beretika
AKTUALITAS.ID – Senator DPD RI M Muhdi menegaskan demokrasi tidak boleh dipahami sebatas mekanisme memilih pemimpin melalui pemilihan umum.Pasalnya, demokrasi memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membangun peradaban yang adil, bermartabat, dan berlandaskan etika kebangsaan.
“Demokrasi bukan sekadar proses memilih pemimpin terbaik bagi sebuah bangsa. Demokrasi merupakan upaya membangun peradaban yang adil, bermartabat, dan beretika,” kata Muhdi dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, penguatan demokrasi harus dibarengi penguatan nilai nilai moral dan etika dalam kehidupan publik. Tanpa fondasi etika yang kuat, demokrasi berisiko kehilangan substansi dan hanya menjadi prosedur politik semata.
Selain itu kata Muhdi, berbagai persoalan yang masih muncul dalam praktik demokrasi, mulai dari politik transaksional hingga polarisasi sosial, menunjukkan pentingnya membangun kesadaran etis di tengah masyarakat.
“Penguatan demokrasi substantif perlu dibangun dalam kerangka besar etika berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Dirinya menilai demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kualitas regulasi atau penyelenggaraan pemilu, tetapi juga oleh sikap masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan politik.
Meski demikian, keberagaman pilihan politik merupakan bagian alami dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati oleh seluruh warga negara. Karena itu, perbedaan tidak boleh berkembang menjadi konflik sosial yang mengganggu persatuan nasional.
“Masyarakat harus saling menghargai dan menghormati pilihan masing masing. Perbedaan politik jangan sampai merusak persaudaraan kebangsaan,” tuturnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan ketimpangan sosial dan ekonomi yang masih memengaruhi kualitas partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Ketimpangan tersebut dapat menghambat terciptanya kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara untuk terlibat dalam kehidupan politik.
” Berharap nantinya penguatan demokrasi Indonesia ke depan tidak hanya berorientasi pada aspek prosedural, tetapi juga mampu melahirkan budaya politik yang beretika, inklusif, dan berkeadaban,” pungkasnya (Micko)
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
EKBIS24/06/2026 11:30 WIBSelat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Turun
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
NUSANTARA24/06/2026 11:00 WIB2 Peserta SPPI Tewas Saat Latihan Militer
-
POLITIK24/06/2026 13:00 WIBPengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
-
RIAU24/06/2026 12:45 WIBOperasi Senyap, Polresta Pekanbaru Gerebek Gudang Narkoba di Apartemen Mewah
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia

















