Connect with us

NASIONAL

Bahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM

Aktualitas.id -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

AKTUALITAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan adanya potensi cadangan minyak dari sekitar 120 sumur baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mempercepat pemanfaatannya, pemerintah akan segera membuka tender eksplorasi secara terbuka.

“Kita punya sekitar 120 potensi sumur yang saat ini sedang dalam proses tender eksplorasi. Kita buka semuanya,” kata Bahlil dalam acara yang digelar INDEF, Kamis (25/6/2026).

Menurut Bahlil, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional (lifting) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Saat ini, kebutuhan solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Pendekatannya adalah meningkatkan lifting minyak. Konsumsi BBM kita, khususnya solar, mencapai kurang lebih 39 juta kiloliter per tahun,” ujarnya.

Ketua Umum Golkar itu juga menyoroti perbedaan kondisi industri migas Indonesia saat ini dibanding era kejayaan pada 1996–1997. Saat itu, lifting minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan konsumsi domestik hanya sekitar 500 ribu barel per hari, sehingga Indonesia mampu mengekspor lebih dari 1 juta barel minyak per hari.

Namun setelah reformasi, produksi minyak terus menurun. Pada 2025, lifting minyak Indonesia hanya berada di kisaran 600 ribu barel per hari, jauh di bawah kebutuhan nasional dan belum pernah mencapai target APBN dalam satu dekade terakhir.

Dirinya menilai, salah satu penyebab utama penurunan produksi adalah banyaknya sumur minyak tua yang produktivitasnya terus menurun.

Selain membuka eksplorasi sumur baru, lanjut Bahlil, pemerintah juga berencana mengaktifkan kembali sejumlah proyek migas yang selama ini mangkrak. Salah satu yang menjadi prioritas adalah Blok Masela di Maluku.

“Yang selama ini mangkrak akan kita percepat produksinya, salah satunya Blok Masela,” tegas Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut telah menyelesaikan tahapan penting dan segera memasuki proses konstruksi pada awal 2027. Pemerintah menargetkan Blok Masela mulai berproduksi pada 2029–2030.

“Jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini akan menjadi salah satu penghasil energi terbesar di Indonesia dan berpotensi meningkatkan produksi migas nasional secara signifikan,” tandasnya. (Micko)

TRENDING