Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Riau Kembali Mengganas

Aktualitas.id -

Ilustrasi kebakaran hutan. foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Sekitar 5 hektare lahan gambut di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, terbakar sejak Sabtu (27/6/2026), memaksa tim gabungan mengerahkan operasi pemadaman besar-besaran dari darat hingga udara.

Hingga Minggu (28/6/2026) pagi, kobaran api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Dari udara terlihat asap putih pekat membumbung tinggi dari titik kebakaran yang berada di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit.

Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan menyimpan bara api di bawah permukaan membuat proses pemadaman berlangsung jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran lahan biasa.

Untuk mencegah api meluas, Manggala Agni mengerahkan tambahan personel sekaligus mengoperasikan satu unit helikopter water bombing yang terus menjatuhkan air ke titik-titik api.

BACA JUGA  Diduga Terlibat Proyek PLTU Riau-1, KOMPAK Desak KPK Periksa Airlangga

Humas Manggala Agni, Ferdian Krisnanto, mengatakan pada hari pertama sebanyak 10 personel diterjunkan. Memasuki hari kedua, kekuatan ditambah menjadi 23 personel yang didukung penuh oleh satgas udara.

“Hari pertama kita turunkan 10 personel dan hari kedua ini ada penambahan 13 personel dibantu satgas udara menggunakan helikopter water bombing,” ujar Ferdian, Minggu (28/6/2026).

Menurut Ferdian, prioritas utama saat ini adalah membuat sekat agar api tidak merembet ke wilayah lain, terutama ke sisi barat lokasi yang memiliki banyak material kering dan mudah terbakar.

Tim darat dari Manggala Agni Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama satgas udara terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada seluruh titik api.

BACA JUGA  Bantuan Tim Pemadam DKI Ditolak Riau

Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan penyebaran kebakaran sekaligus menekan potensi munculnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Petugas juga terus memantau perkembangan titik panas karena bara api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran di atas terlihat padam. Kondisi itu membuat operasi pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung hingga seluruh titik panas benar-benar dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, kawasan gambut di Riau memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Karena itu, upaya pengawasan dan pencegahan terus diperkuat untuk menghindari meluasnya karhutla yang berpotensi memicu kabut asap di wilayah sekitar. (Irawan/Mun)

TRENDING