DUNIA
Trump Sesumbar Iran Akan Tumbang
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Trump menegaskan Washington siap menghantam Teheran dengan kekuatan penuh dan menyatakan tekadnya untuk memenangkan perang yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat memimpin rapat kabinet di Camp David, Maryland, Jumat (31/7/2026) waktu setempat, di tengah kembali memanasnya aksi saling serang setelah jeda pertempuran yang hanya berlangsung singkat.
“Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan,” kata Trump.
Presiden AS itu kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.
“Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.”
Trump kemudian meningkatkan tekanan dengan menyampaikan ancaman yang lebih keras.
“Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, pada titik tertentu mereka akan berkata, ‘Kami benar-benar tidak tahan lagi’,” tegasnya.
Ancaman Trump muncul di tengah laporan sejumlah media Amerika Serikat yang menyebut Washington tengah mempertimbangkan operasi militer baru terhadap Iran.
Wall Street Journal, mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan Trump disebut telah memerintahkan persiapan serangan baru yang bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Iran agar menyerah.
Sementara CBS News melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah membahas kemungkinan operasi gabungan yang menyasar infrastruktur energi Iran, termasuk kilang minyak dan pembangkit listrik. Menurut laporan tersebut, operasi itu berpotensi dilakukan paling cepat pada akhir pekan, meski hingga kini belum ada keputusan final.
Hingga saat ini, pemerintah AS belum mengumumkan secara resmi bahwa serangan tersebut akan dilaksanakan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menepis anggapan bahwa Iran masih berada dalam posisi kuat menghadapi konflik berkepanjangan.
“Kondisi Iran sangat buruk. Mereka sangat tidak jujur. Mereka sangat tidak terhormat dalam urusan ini,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump juga beberapa kali mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran apabila jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali menjadi sasaran serangan.
Jika operasi militer baru benar-benar dilakukan, eskalasi konflik berpotensi meningkat dan memperluas dampak perang di kawasan. Sejumlah laporan media menyebut koordinasi antara Washington dan Tel Aviv terus berlangsung, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai waktu maupun target operasi.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih terus berkembang. Pernyataan para pemimpin, laporan media, dan rencana operasi militer belum tentu mencerminkan tindakan yang benar-benar akan terjadi, sehingga perkembangan di lapangan tetap menjadi faktor penentu arah konflik selanjutnya. (Mun)
-
RAGAM17/09/2026 13:30 WIBCDC: 48 Negara Bagian Laporkan Lonjakan COVID
-
NASIONAL17/09/2026 09:00 WIBAndina Dorong Revitalisasi BTS di Kalteng
-
NASIONAL17/09/2026 17:00 WIBBakom RI: Prabowo Gagas Akademi Khusus Pejabat
-
RIAU17/09/2026 15:30 WIBSindikat SIM Palsu Dibongkar, Tiga Pejabat Polres Siak Diberikan Penghargaan
-
POLITIK17/09/2026 06:00 WIBKetum Parpol Diam-Diam Sepakat PT 5%
-
JABODETABEK17/09/2026 06:30 WIBKamis! SIM Keliling Buka di 5 Titik
-
POLITIK17/09/2026 13:00 WIBPDIP: Syarat Parlemen 5% Biar Gampang Atur Kuasa
-
NUSANTARA17/09/2026 08:30 WIBBandung Diguncang 26 Kali Gempa dalam 12 Jam

















