Connect with us

NUSANTARA

BMKG: NTB Terancam Kekeringan Ekstrem

Aktualitas.id -

Ilustrasi kekeringan, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana kekeringan parah membayangi Seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Dipicu oleh terjangan fenomena El Nino kategori sangat kuat, seluruh wilayah NTB kini resmi memasuki periode kemarau ekstrem yang mengancam krisis air bersih skala masif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa anomali suhu muka laut Nino3.4 telah menyentuh angka +2,45. Angka ini menandakan El Nino bergerak pada level sangat kuat yang secara ganas menyapu potensi pembentukan awan hujan di perairan NTB.

“Seluruh wilayah di NTB saat ini telah resmi berada pada periode musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino,” tegas Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTB, Nuga Putrantijo, Kamis (20/8/2026).

BACA JUGA  BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan 10 Agustus, Cuaca Cerah Menanti Akhir Pekan

Ancaman kekeringan meteorologis di NTB kian mengkhawatirkan. Pos Hujan Belo dan Bolo di Kabupaten Bima mencatatkan rekor mengerikan dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut mencapai 84 hari. Durasi ini resmi mengantar wilayah tersebut masuk ke dalam kategori kekeringan ekstrem lantaran telah melampaui batas kritis 60 hari.

Memasuki pertengahan Agustus 2026, BMKG memprediksi peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB berada di bawah angka 10 persen.

Daftar Wilayah Berstatus Awas Kekeringan

Menanggapi situasi darurat ini, BMKG resmi membunyikan alarm peringatan dini dan menetapkan level Awas di belasan kecamatan strategis:

Lombok Timur: Kecamatan Labuhan Haji dan Suela.

Sumbawa Barat: Kecamatan Jereweh.

Kabupaten Sumbawa: Labuhan Badas, Moyo Utara, Sumbawa, Unter Iwes, dan Lape.

BACA JUGA  BMKG: Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada 4-6 Agustus 2025

Dompu: Kecamatan Kilo dan Pajo.

Kabupaten Bima: Kecamatan Belo dan Bolo.

Kota Bima: Kecamatan Raba.

Selain daerah berstatus Awas, puluhan kecamatan lain di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, hingga Dompu kini berada dalam bayang-bayang status Siaga dan Waspada kekeringan. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengamankan cadangan air bersih guna mengantisipasi periode kering yang diproyeksikan masih berlangsung panjang. (Kusuma/Mun)

TRENDING