Connect with us

EKBIS

Dolar AS Menguat, Rupiah Justru Bertahan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Rupiah membuka perdagangan Selasa (15/9/2026) dengan penguatan tipis. Namun, apresiasi mata uang Garuda masih sangat terbatas di tengah tekanan yang menghantam mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, rupiah hingga pukul 09.26 WIB berada di level Rp17.667 per dolar AS, menguat 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.669 per dolar AS.

Pada awal perdagangan, rupiah spot bahkan sempat dibuka di level Rp17.662 per dolar AS, menguat 0,04 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Sementara berdasarkan data Yahoo Finance pada waktu yang sama, rupiah berada di level Rp17.630 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah.

BACA JUGA  Rupiah Perkasa di Tengah Isu Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Drama Politik AS

Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang dengan tekanan terbesar, melemah sekitar 0,36–0,38 persen. Yen Jepang juga tertekan hingga sekitar 0,24–0,27 persen.

Ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing terkoreksi sekitar 0,09 persen, sementara baht Thailand dan dolar Taiwan melemah 0,05 persen. Yuan China juga turun 0,02 persen.

Di sisi lain, peso Filipina menjadi salah satu mata uang Asia yang mampu menguat, yakni sekitar 0,05 persen.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah mata uang utama dunia. Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, euro turun 0,09 persen, dolar Australia terkoreksi 0,11 persen, sedangkan dolar Kanada melemah 0,05 persen. Franc Swiss juga berada di zona merah.

BACA JUGA  Rupiah Hajar Dolar ke Rp17.324

Penguatan dolar AS semakin terlihat terhadap sejumlah mata uang. Dolar AS tercatat naik 0,38 persen terhadap yen Jepang, 0,10 persen terhadap baht Thailand, dan 0,05 persen terhadap ringgit Malaysia.

Kondisi tersebut menunjukkan posisi rupiah yang relatif bertahan di tengah penguatan dolar AS dan tekanan luas terhadap mata uang kawasan.

Meski demikian, penguatan rupiah masih sangat tipis. Level Rp17.600-an per dolar AS tetap menjadi area perhatian pasar karena pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi kuatnya dolar AS.

Dengan demikian, penguatan rupiah pada perdagangan pagi ini belum dapat dibaca sebagai pembalikan tren. Pasar masih mencermati arah dolar AS serta respons mata uang kawasan terhadap perkembangan ekonomi dan pasar global. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Minggu Ini, Rupiah Bertahan di Level Rp16.500 per Dolar AS

TRENDING