Connect with us

DUNIA

Tawaran Dialog Seoul Belum Dijawab, Korut Kembali Luncurkan Selusin Rudal Balistik

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Semenanjung Korea kembali berada dalam sorotan dunia setelah Korea Utara menembakkan sekitar selusin rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Kamis (29/10/2026). Aksi militer tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Selatan dan hanya beberapa hari setelah Seoul mengajukan proposal dialog militer untuk meredakan konflik di kawasan perbatasan.

Militer Korea Selatan melalui Kepala Staf Gabungan (JCS) menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Wonsan, Korea Utara. Belasan proyektil itu meluncur ke arah Laut Timur atau yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Peluncuran tersebut langsung memicu peningkatan status kewaspadaan militer Korea Selatan. Seoul menilai kemungkinan peluncuran tambahan masih terbuka sehingga pengawasan terhadap aktivitas militer Korea Utara terus diperketat.

“Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan,” demikian pernyataan resmi JCS.

BACA JUGA  Diduga Demi Bantuan, Kim Jong-un Gembar-gembor Relasi China

Tak hanya Korea Selatan, Jepang juga ikut meningkatkan kewaspadaan. Penjaga Pantai Jepang melaporkan terdeteksinya objek yang diduga rudal balistik Korea Utara dan diyakini telah jatuh di wilayah perairan Laut Jepang. Otoritas Tokyo segera mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar area tersebut agar meningkatkan kehati-hatian.

Aksi terbaru Pyongyang ini menambah panjang daftar uji coba senjata yang dilakukan sepanjang tahun. Sebelumnya Korea Utara mengklaim telah mengembangkan sistem torpedo berpemandu presisi serta rudal hipersonik jarak menengah yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Peluncuran rudal kali ini terjadi ketika hubungan Seoul dan Pyongyang kembali memburuk akibat insiden ranjau darat di kawasan perbatasan Demilitarized Zone (DMZ). Ledakan ranjau beberapa waktu lalu menyebabkan tiga personel militer Korea Selatan mengalami luka-luka.

BACA JUGA  Hindari Penyebaran Virus Corona, Diplomat Asing di Korut Dievakuasi ke Rusia

Hasil investigasi gabungan Korea Selatan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan ranjau tersebut diduga telah ditanam lebih dari satu tahun lalu oleh Korea Utara. Temuan itu membuat Seoul melontarkan tuduhan keras bahwa Pyongyang telah melakukan pelanggaran serius terhadap Perjanjian Gencatan Senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.

Alih-alih merespons dengan pendekatan diplomatik, Korea Utara justru menolak dan mengejek tawaran dialog yang diajukan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Kim Yo Jong, adik kandung sekaligus salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Kim Jong Un, bahkan menyebut tawaran perundingan tersebut sebagai “puncak dari sandiwara”.

Pekan lalu, Korea Selatan sebenarnya kembali menawarkan pembicaraan militer yang bertujuan membahas kepastian garis perbatasan serta pemulihan saluran komunikasi militer yang selama ini membeku. Namun hingga kini pemerintah Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi.

BACA JUGA  Korut Kerahkan Pasukan ke Dua Zona Bisnis di Perbatasan

Memanasnya situasi semakin diperumit oleh dinamika hubungan Korea Utara dengan Amerika Serikat. Sejumlah kalangan di Seoul khawatir pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap Kim Jong Un berpotensi membuat Korea Selatan tersisih dari pembahasan strategis terkait program nuklir Pyongyang.

Meski Trump baru-baru ini meredam spekulasi mengenai pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong Un, ia tetap menegaskan hubungan pribadinya dengan pemimpin Korea Utara tersebut berjalan sangat baik.

Dengan belasan rudal kembali meluncur ke Laut Timur, ketegangan di Semenanjung Korea kini memasuki babak baru. Dunia internasional pun mencermati setiap perkembangan yang terjadi, mengingat kedua negara secara teknis masih berada dalam kondisi perang karena Perang Korea berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen.(Mun)

TRENDING