NASIONAL
KPU: OSO Masuk Surat Suara Jika Mundur dari Ketum Hanura
KPU tetap menunggu keputusan OSO mundur dari Ketum Hanura hingga 22 Januari.
AKTUALITAS.ID – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menegaskan, nama Oesman Sapta Odang (OSO) bisa langsung masuk ke dalam surat suara Pemilu 2019 jika beliau segera mengundurkan diri dari kepengurusan parpol. KPU tetap menunggu surat pengunduran diri OSO hingga Selasa (22/1) mendatang.
“Kami masih menunggu sampai 22 Januari. Kalau sampai saat ini memang dalam SK DCT pemilu tidak ada nama Pak OSO. Tetapi kalau kemudian beliau ingin mengundurkan diri, ya langsung bisa masuk ke surat suara. Kami sudah mempertimbangkan hal tersebut,” ujar Ilham kepada wartawan Gedung Percetakan Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Ahad (20/1).
Sementara itu, saat disinggung tentang surat eksekusi dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Ilham menyatakan KPU pun tetap menanti. Saat ini, KPU belum bisa memberikan pandangan terkait surat eksekusi itu.
“Kami lihat dulu nanti dan dipelajari. Kalau memang ada yang perlu kita tindaklanjuti dari surat itu. Kan kita belum baca suratnya,” tuturnya.
Terpisah, anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, menilai surat eksekusi dari PTUN menjadi tanggung jawab KPU. Bawaslu berharap KPU bisa memahami sikap PTUN tersebut. “Itu adalah tanggung jawab hukum dari KPU. Dan saya rasa KPU sudah mengerti dalam setiap tindaklanjut yang akan dihadapi oleh KPU,” tegas Fritz.
-
JABODETABEK14/08/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Jumat Aman untuk Aktivitas
-
OASE14/08/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Turunkan Ayat Penyembuh
-
RIAU14/08/2026 16:30 WIBTolak Berhubungan Badan, IRT Tewas Dicekik Doorsmeer
-
NUSANTARA14/08/2026 07:30 WIBRatusan Pelajar Diduga Keracunan MBG di Karo
-
NASIONAL14/08/2026 06:00 WIBWaka MPR Dorong EBT Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia
-
JABODETABEK14/08/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jumat Hadir di 5 Titik Jakarta
-
NASIONAL14/08/2026 11:30 WIBKetua MPR: Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
-
DUNIA14/08/2026 08:00 WIBKomandan Hamas Jadi Target Israel

















