Berita
Saat Gunakan APD, Fatwa MUI: Petugas Medis Bisa Laksanakan Salat Tanpa Wudu
AKTUALITAS.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengeluarkan fatwa terkait pedoman menjalankan salat bagi tenaga medis yang memakai alat pelindung diri (APD) saat bertugas menangani pasien virus corona (Covid-19). Fatwa itu merupakan salah satu dari dua fatwa permintaan Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada MUI ketika melakukan konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Senin (23/3) lalu. […]
AKTUALITAS.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengeluarkan fatwa terkait pedoman menjalankan salat bagi tenaga medis yang memakai alat pelindung diri (APD) saat bertugas menangani pasien virus corona (Covid-19).
Fatwa itu merupakan salah satu dari dua fatwa permintaan Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada MUI ketika melakukan konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Senin (23/3) lalu. Fatwa itu resmi tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020.
Fatwa yang dikeluarkan MUI pada Kamis (26/3/2020) itu, salah satu poinnya mengatur mengenai petugas medis tetap boleh melaksanakan salat meski tak melakukan wudu dan tayamum saat menggunakan APD lengkap di tengah menangani pasien corona.
“Dalam kondisi hadas dan tidak mungkin bersuci (wudu atau tayamum) maka ia melaksanakan salat boleh dalam kondisi tidak suci dan tidak perlu mengulangi (i’adah),” demikian tertulis dalam keterangan resmi MUI, Kamis (26/3).
Fatwa itu juga mengatur bila APD dalam kondisi terkena najis, para petugas medis tetap diperbolehkan untuk salat tanpa wudu dan tayamum. Meski demikian, petugas medis itu harus mengulangi salat (i’adah) usai bertugas.
“Petugas medis yang mengenakan APD lengkap tetap wajib melaksanakan salat fardhu dengan berbagai kondisinya,” kata isi fatwa tersebut.
Selain itu, Fatwa itu turut mengatur petugas medis wajib melaksanakan salat fardu sebagaimana mestinya ketika kondisi jam kerjanya sudah selesai atau sebelum mulai kerja masih mendapati waktu salat.
Bila petugas medis mulai bertugas sebelum masuk waktu zuhur atau magrib dan berakhir masih berada di waktu salat asar atau isya, mereka boleh melaksanakan shalat dengan jamak takhir.
Sementara itu, bila petugas medis mulai bertugas ketika waktu zuhur atau magrib dan diperkirakan tidak dapat melaksanakan salat asar atau isya, diperbolehkan melaksanakan salat dengan jamak takdim.
-
OASE04/10/2026 05:00 WIBJin Itu Ada, Tapi Jangan Asal Percaya Hantu
-
RAGAM04/10/2026 15:35 WIBAzka Corbuzier Debut Akting Lewat Home, Almost, Tayang Perdana di New York
-
EKBIS04/10/2026 07:00 WIBZulhas: Gaji Manajer Kopdes Rp8,3 Juta Bersumber dari APBN
-
NASIONAL04/10/2026 06:00 WIBAncaman Air Bah Mengintai, Ijeck ‘Sidak’ Langsung Benteng Raksasa Sungai Sei Padang
-
NASIONAL04/10/2026 13:00 WIBGerebek Klaten! Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Kontrakan
-
NUSANTARA04/10/2026 13:30 WIBBMKG Bongkar Penyebab Udara Makassar Mendadak Tak Sehat
-
DUNIA04/10/2026 15:00 WIB1.540 Milisi Houthi Tumbang Dihantam 474 Serangan Militer Yaman
-
JABODETABEK04/10/2026 05:30 WIBBMKG: Sore Hujan Petir di Jakarta
















