Berita
Selandia Baru Larang Kapal Selam Nuklir Australia Lintasi Perairannya
Kapal selam bertenaga nuklir Australia tidak akan diizinkan memasuki perairan Selandia Baru menurut kebijakan zona bebas nuklir, kata Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Kamis. Ardern mengatakan hal itu saat menanggapi rencana Amerika Serikat dan Inggris untuk memberi Australia teknologi dan kemampuan mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan kemitraan keamanan di antara ketiga negara tersebut. Kemitraan […]
Kapal selam bertenaga nuklir Australia tidak akan diizinkan memasuki perairan Selandia Baru menurut kebijakan zona bebas nuklir, kata Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Kamis.
Ardern mengatakan hal itu saat menanggapi rencana Amerika Serikat dan Inggris untuk memberi Australia teknologi dan kemampuan mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan kemitraan keamanan di antara ketiga negara tersebut.
Kemitraan itu diumumkan oleh Presiden AS Joe Bidenr, PM Inggris Boris Johnson dan PM Australia Scott Morrison secara virtual pada Rabu dan dipandang banyak kalangan sebagai perlawanan terhadap pengaruh China di Indo-Pasifik.
“Saya membahas pengaturan (tentang larangan) itu dengan Perdana Menteri Morrison tadi malam,” kata Ardern dalam konferensi pers, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Kamis (17/9).
“Saya senang mengetahui adanya perhatian ke wilayah kami dari para mitra yang bekerja erat dengan kami. Ini (Indo-Pasifik) adalah wilayah yang diperebutkan dan ada peran yang bisa dimainkan orang lain yang tertarik dengan wilayah kami. Tetapi lensa yang akan kami pakai untuk melihat hal ini adalah stabilitas (kawasan),” kata dia.
Ardern mengatakan kapal selam bertenaga nuklir tidak akan diizinkan beroperasi di perairan Selandia Baru berdasarkan kebijakan zona bebas nuklir pada 1984.
“Tentu saja mereka tidak bisa masuk ke perairan internal kami. Tidak ada kapal yang sebagian atau seluruhnya bertenaga nuklir dapat memasuki perbatasan internal kami,” katanya.
Ardern mengatakan kelompok baru Indo-Pasifik itu tidak mengubah hubungan keamanan dan intelijen dalam Five Eyes, kelompok intelijen pascaperang yang beranggotakan Selandia Baru, AS, Inggris, Australia, dan Kanada.
“Ini bukan pengaturan tingkat perjanjian. Ini tidak mengubah hubungan kami yang sudah ada termasuk Five Eyes atau kemitraan erat kami dengan Australia dalam bidang pertahanan,” kata dia.
Ardern, yang menjabat PM untuk kedua kalinya, tampaknya condong pada kebijakan luar negeri yang lebih independen dan tidak loyal pada blok besar mana pun.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Nanaia Mahuta bahwa dirinya tidak nyaman dengan perluasan peran di Five Eyes telah mengundang kritik dari sekutu Barat yang mengatakan bahwa Selandia Baru enggan mengkritik China karena hubungan perdagangan mereka.
China adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru.
-
NASIONAL11/05/2026 06:00 WIBWaspada! Hantavirus Sudah Menyebar ke 9 Provinsi Indonesia
-
JABODETABEK11/05/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Hari Ini Hadir di 5 Titik
-
EKBIS11/05/2026 10:30 WIBSenin Kelabu: Rupiah Terjun Bebas Dihantam Dolar AS
-
POLITIK11/05/2026 07:00 WIBMenko Yusril Tunggu DPR Bergerak soal RUU Pemilu
-
EKBIS11/05/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu Hari Ini
-
NUSANTARA11/05/2026 12:30 WIBKiai Diduga Cabul Tolak Minggat, Warga Mesuji Ngamuk Bakar Pesantren
-
POLITIK11/05/2026 11:00 WIBBagja Ajak Advokat hingga Akademisi Benahi Pemilu
-
JABODETABEK11/05/2026 07:30 WIBNgeri! Pemotor Lawan Arah di Puncak Tewas Seketika

















