Berita
Untuk Menangkan Pemilu 2024, Golkar Bentuk Fungsionaris
AKTUALITAS.ID – Partai Golkar akan membentuk fungsionaris partai pada tahun 2022 untuk pemenangan pemilu dan Pilpres 2024. Fungsionaris tersebut akan mensosialisasikan calon presiden partai dan calon legislatif partai Golkar. “Tahun 2022 penugasan fungsionaris akan segera ditugaskan dengan target lebih dari 200 persen dan ini tugas dari pak Doli ketua Bappilu agar fungsionaris kita mulai bekerja […]
AKTUALITAS.ID – Partai Golkar akan membentuk fungsionaris partai pada tahun 2022 untuk pemenangan pemilu dan Pilpres 2024. Fungsionaris tersebut akan mensosialisasikan calon presiden partai dan calon legislatif partai Golkar.
“Tahun 2022 penugasan fungsionaris akan segera ditugaskan dengan target lebih dari 200 persen dan ini tugas dari pak Doli ketua Bappilu agar fungsionaris kita mulai bekerja di 2022, melanjutkan kerja-kerja MPO (media penggalangan opini) dan para fungsionaris akan diterjunkan ke daerah-daerah agar mensosialisasikan calon presiden partai Golkar dan calon legislatif partai Golkar,” kata Ketum Golkar Airlangga Hartarto di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/10/2021).
Airlangga melanjutkan, di tahun 2023 adalah penetapan pemenangan partai dengan fungsionaris sebagai pasukan darat. Kemudian, ada penggalangan opini yang terus bekerja untuk pemenangan presiden dari partai Golkar. Sehingga satu tahun di 2023 Golkar akan bekerja menuju Pemilu 2024.
“Fungsionaris yang terbentuk adalah fungsionaris yang siap bekerja, karena ini sudah dievaluasi di akhir tahun 2022, memang kita melakukan perekrutan lebih awal karena sederhana saja, karena kita ingin menang,” ucapnya.
Airlangga menyebut, Golkar menargetkan kemenangan 20 persen di DPR RI pada Pemilu 2024. Sementara, untuk pilpres minimal capres yang diusung Golkar harus menang.
“Untuk pemilihan presiden minimal harus menang. Jadi maksimalnya silakan (capres) dicari, tapi minimal harus capres kita menang dan untuk pilkada minimal kita menang 60 persen,” ujarnya.
“60 Persen ini adalah capaian yang sudah kita hasilkan. Jadi kita sudah mencapai 62 persen. Jadi memang 60 persen adalah angka yang terukur,” terang Menko Perekonomian ini.
-
NUSANTARA14/10/2026 11:30 WIBGunung Semeru Erupsi Lagi
-
NASIONAL14/10/2026 14:00 WIBSiap Tumpas Musuh Presisi Tinggi, KSAL Bentuk Batalyon Sniper
-
EKBIS14/10/2026 13:30 WIBBukan Cuma Penumpang, Komdigi Siapkan Aturan Khusus Kurir Ojol Tahun Ini
-
Berita14/10/2026 21:00 WIBKementerian PKP dan Bappenas Sinkronkan Target Perumahan 2025–2029
-
NUSANTARA14/10/2026 22:00 WIBKapuas Perpanjang Status Karhutla Dua Pekan
-
EKBIS14/10/2026 15:30 WIBHashim Ungkap Rencana HP dan Rekening Digital Gratis
-
DUNIA14/10/2026 12:00 WIBMBS Tak Mau Israel Ikut Campur Perang Yaman
-
POLITIK14/10/2026 20:00 WIBPKS: Wajar Jika Publik Menuntut Kejelasan soal Gibran

















