Berita
Ini Alasan Kenapa Megawati tak Mungkin Diganti Sebagai Ketua Umum
Megawati masih mempunyai legitimasi.
AKTUALITAS.ID – Menjelang pelaksanaan kongres, sosok Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut-sebut masih menjadi calon terkuat untuk meneruskan kepemimpinannya.
Ketua DPP PDIP, Aria Bima mengatakan, sosok Megawati terutama dari segi leadership, masih dibutuhkan para kader untuk memimpin.
“Ada kecenderungan kuat (dipilih) karena Megawati masih mempunyai legitimasi. Faktor leadership Megawati kalau disinggung dari berbagai aspek, kami masih melihat relevansi dan cukup signifikan memimpin lima tahun kedepan,” kata Aria Bima kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).
Apalagi PDIP punya sejarah ideologi, sejarah tokoh dan perjuangan partai. Belum lagi semangat dan komitmen Mega terhadap bangsa dan negara ini begitu besar.
“Yang menyangkut kebangsaan, membutuhkan partai nasional yang kuat,” ucapnya.
Saat ini internal PDIP juga terus mencermati dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus tergerus dengan adanya kapitalisasi unsur-unsur suku, agama, ras dan antargolongan.
“Ini dibutuhkan dari PDIP karena narasi besar saat ini dan konteks masalah yang muncul, ada kecenderungan kuat bahwa ruang publik di media tidak memberikan suatu iklim kebangsaan yang meyakinkan,” beber dia.
“Proses pilkada dan pilpres, narasi-narasi semakin kuatnya faktor disintegrasi sosial yang mengarah pada disintegrasi bangsa,” ucap Aria.
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
DUNIA06/08/2026 21:00 WIBRudal Rusia Tewaskan Belasan Orang di Kyiv
-
DUNIA06/08/2026 18:00 WIBNetanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington
-
EKBIS06/08/2026 20:00 WIBAirlangga Pastikan Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026
-
NUSANTARA06/08/2026 22:00 WIBBocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Ganas
-
RAGAM07/08/2026 01:05 WIBSJA Textile Hadirkan Strategic Fabric Partner, Bantu Brand Fashion dari Awal Produksi
-
EKBIS07/08/2026 10:30 WIBRupiah Jadi Pecundang di Asia Pagi Ini
-
NASIONAL07/08/2026 06:00 WIBAmnesty Desak MBG Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal