Connect with us

EKBIS

Krista Exhibitions Gelar ALLPrint Indonesia 2026, Targetkan Transaksi Rp100 Miliar

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Krista Exhibitions menargetkan transaksi lebih dari Rp100 miliar dalam penyelenggaraan ALLPrint Indonesia 2026 yang akan digelar pada 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-27 itu akan menghadirkan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, hingga berbagai solusi untuk industri percetakan dan grafika. Sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara dijadwalkan ambil bagian dalam pameran tersebut.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan ALLPrint Indonesia telah menjadi bagian dari perkembangan industri percetakan dan grafika di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 1995 dengan nama Print Paper Pack.

“Awalnya tahun 1995, pameran namanya Print Paper Pack. Berjalan dengan waktu berubah menjadi pameran ALLPrint Indonesia,” kata Daud dalam konferensi pers ALLPrint Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Peserta pameran berasal dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan. Dari sekitar 400 peserta, sekitar 20 di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama empat hari pelaksanaan, penyelenggara menargetkan sekitar 60.000 pengunjung. Sementara nilai transaksi diproyeksikan melampaui Rp100 miliar, terutama dari penjualan mesin, peralatan, bahan, dan kebutuhan industri percetakan lainnya.

Daud mengatakan harga mesin yang ditawarkan dalam pameran cukup beragam, mulai dari sekitar Rp50 juta hingga Rp500 juta. Nilai transaksi tersebut juga masih dapat bertambah melalui pemesanan setelah pameran berakhir.

“Jadi boleh dibilang bisa selama empat hari bisa Rp100-an miliar lebih. Itu baru perkiraan, jadi belum nanti yang setelah repeat order,” ujarnya.

Menurut Daud, perkembangan industri percetakan tidak lagi hanya bertumpu pada teknologi cetak konvensional. Digital printing, kemasan, label, teknologi grafis, hingga berbagai media cetak kini menjadi bagian dari perkembangan industri tersebut.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.

Dia mengatakan perkembangan digital printing berlangsung dari sisi kualitas, kecepatan, presisi, tinta, hingga biaya produksi. Penggunaannya juga semakin luas, tidak hanya pada kertas, tetapi merambah tekstil, fashion, packaging, label, dan berbagai media lainnya.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Ahmad Mughira Nurhani mengatakan industri grafika tengah menghadapi perubahan yang cepat, terutama akibat digitalisasi dan tuntutan keberlanjutan.

Menurut Ahmad, perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, kebutuhan efisiensi produksi, serta tuntutan terhadap praktik berkelanjutan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi arah industri grafika.

Di sisi lain, pertumbuhan sektor kemasan, label, penerbitan, promosi, dan ekonomi kreatif dinilai membuka peluang bagi pelaku industri grafika untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Ahmad mengatakan ALLPrint Indonesia dapat menjadi ruang bagi pelaku industri untuk bertemu, bertukar informasi, dan melihat perkembangan teknologi yang digunakan dalam industri grafika.

Pameran tahun ini menghadirkan sejumlah kategori teknologi dan produk, seperti digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, software, serta berbagai solusi pendukung lainnya.

ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia. Sejumlah pameran tersebut mempertemukan produsen, distributor, pemasok, pengguna teknologi, dan pelaku usaha dalam satu rangkaian kegiatan.

Daud mengatakan ALLPrint Indonesia juga menjadi ajang business-to-business (B2B), terutama bagi perusahaan yang sedang mempertimbangkan pengadaan mesin atau pengembangan kapasitas produksi.

“Bagi perusahaan yang tengah mengembangkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran menjadi ruang untuk memperoleh referensi sebelum mengambil keputusan,” katanya.

Selain pameran, agenda ALLPrint Indonesia 2026 mencakup sejumlah seminar dan forum industri. Di antaranya seminar bertema “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” dan “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions”.

Penyelenggara juga menggelar Eduprint Talkshow yang membahas sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI PPGI pada 8 Oktober 2026.

TRENDING

Exit mobile version