POLITIK
Aria Bima: Dapil Nasional Menarik Dikaji
AKTUALITAS.ID – Belasan juta suara rakyat yang kerap hangus sia-sia dalam setiap perhelatan Pemilu akhirnya memicu pergerakan di Senayan. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menyatakan siap mengkaji usulan revolusioner dari Partai Demokrat terkait penerapan ‘Dapil Nasional’ atau national pool untuk menyelamatkan legitimasi suara pemilih yang terbuang.
Sistem pemilu saat ini dinilai membiarkan terlalu banyak suara rakyat menguap begitu saja. Aria Bima tak menampik fakta pahit tersebut. Ia blak-blakan mencontohkan ketimpangan yang terjadi di daerah pemilihannya sendiri.
“Dapil Nasional kan sebenarnya lebih bagaimana mewadahi legitimasi hilangnya suara,” tegas Aria Bima di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). “Di dapil saya, PDI ini kan gemuk banget. Tiga kursi plus, satu kursi hampir sekitar 300 ribu. Tapi PKB mungkin hanya sekitar 190 (ribu). Jadi Dapil Nasional menjadi satu yang menarik supaya suara-suara itu tidak hilang karena asasnya kan representatif.”
Politikus senior PDIP ini menegaskan, konsep Dapil Nasional akan dibedah tuntas untuk memastikan tak ada lagi suara pemilih yang terbuang percuma. Opsi yang berkembang adalah apakah sisa suara tersebut akan ditarik ke tingkat provinsi atau langsung diakumulasikan ke tingkat nasional.
Wacana ini sendiri meledak sebagai serangan balik atas ambisi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang ngotot menaikkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) hingga angka 7 persen.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Dede Yusuf, mengkritik tajam wacana kenaikan PT tersebut. Menurutnya, perdebatan seharusnya bukan pada besaran persentase, melainkan pada seberapa brutal sistem tersebut membakar suara rakyat.
“Kemarin 4 persen saja yang hangus sampai 17 juta suara. Pernah juga 2,5 persen di Pemilu 2009, malah hangus 19 juta suara,” sentil Dede Yusuf, Minggu (20/9).
Alih-alih mencekik partai dengan ambang batas tinggi yang berisiko membungkam jutaan suara rakyat, Demokrat mendesak parlemen merumuskan jalan keluar agar setiap coblosan di bilik suara benar-benar terhitung dan terwakili. Kini, bola panas penyelamatan suara rakyat itu resmi bergulir di meja Komisi II DPR. (Andrey/Mun)
-
RIAU23/09/2026 11:45 WIBWartawan dan Pejabat Bengkalis Adu Mekanik di Haornas 2026
-
NASIONAL22/09/2026 19:00 WIBDPR Bongkar Skandal Label Gizi Beras
-
NASIONAL23/09/2026 06:00 WIBDPR: Jangan Tunggu Kapal Tenggelam Baru Bergerak
-
DUNIA23/09/2026 00:00 WIBSerangan Saudi Hantam Mokha, Anak-anak Jadi Korban
-
NASIONAL22/09/2026 16:00 WIBNasim Khan: Tata Niaga Harus Berpihak Petani
-
POLITIK22/09/2026 20:00 WIBPengamat: Syarat DPR 5% Bikin Partai Gerakan Rakyat Kelabakan
-
POLITIK23/09/2026 11:00 WIBPuan: Wacana Capres 2 Partai Belum Resmi
-
NASIONAL22/09/2026 17:00 WIBRuby Chairani: Penambahan Anggaran Kemendikti Saintek Harus Sejalan dengan Target Terukur