Berita
Jokowi Usulkan Revisi Undang-Undang yang Hambat Investasi
AKTUALITAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan terus bekerja keras untuk menyingkirkan hambatan-hambatan investasi.
Ia pun berjanji pemerintah dan DPR periode mendatang akan merevisi puluhan UU yang dianggap menghambat.
“Setelah pelantikan DPR baru nanti, kita akan mengajukan banyak sekali revisi undang-undang,” kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Anggota DPR terpilih periode 2019-2024 akan dilantik pada 1 Oktober mendatang. Namun Jokowi tak merinci UU apa saja yang akan diusulkan pemerintah untuk direvisi.
“Kemarin sudah kita hitung, ada kurang lebih 74 undang-undang yang langsung akan kita mintakan revisi agar kecepatan kita dalam bergerak, kecepaatan kita dalam bersaing dengan negara-negara lain bisa kita miliki,” kata Jokowi.
Kepala Negara menargetkan bersaman dengan revolusi konsumen tahun depan, Indonesia benar-benar bisa menjadi magnet investasi. Jokowi berharap pada akhirnya Indonesia bisa mengalahkan negara-negara lain.
“Karena tidak semua negara punya raksasa konsumen seperti yang kita miliki saat ini,” sambungnya.
Jokowi mengatakan, revolusi konsumen tidak boleh hanya membuat Indonesia menjadi bangsa konsumtif dan pasif.
Revolusi konsumen harus dimanfaatkan sebagai pemacu untuk menjadi bangsa produsen.
“Kita siapkan diri kita menjadi bangsa produsen, menjadi bangsa produktif dan menjadi bangsa yang terus aktif berinvonasi. Sehingga kita menjadi pemenang dalam perebutan pasar,” ujarnya. [ Kompas.com ]
-
FOTO04/03/2026 09:47 WIBFOTO: Prabowo Ajak Diskusi Mantan Presiden dan Wapres Bahas Permasalahan Bangsa
-
RAGAM04/03/2026 02:01 WIBDampak Perang AS-Iran, Ronaldo Selamatkan Pesawat Jet Pribadinya
-
POLITIK04/03/2026 06:00 WIBMegawati Pilih Hadiri Acara Internal PDIP di Bali
-
NASIONAL04/03/2026 11:00 WIBKPK Telusuri Dugaan Setoran Rokok ke Oknum Bea Cukai
-
OLAHRAGA04/03/2026 17:30 WIBFajar/Fikri Melaju ke Babak Kedua All England 2026
-
EKBIS04/03/2026 10:30 WIBRupiah Kritis! Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS Pagi Ini
-
JABODETABEK04/03/2026 08:30 WIBTak Kantongi Izin, Lapangan Padel Disegel
-
EKBIS04/03/2026 09:30 WIBIHSG Jatuh ke 7.660, Konflik Global Jadi Pemicu

















