Berita
Penyelamatan Bank Muamalat, Saham Empat Bank BUMN Ambles
Isu penyelamatan Bank Muamalat kembali menguat
AKTUALITAS.ID – Harga saham perbankan milik pemerintah (BUMN) kembali terkoreksi pada perdagangan pagi hari ini, Kamis (14/11) melanjutkan koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09:46 WIB, tercatat harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,09% menjadi Rp 6.800/saham. Ini berarti sudah 4 hari beruntun, harga saham BMRI terus diterpa aksi jual oleh investor.
Selain BMRI, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga terkoreksi pada awal perdagangan hari ini dengan melemah masing-masing sebesar 0,34% ke Rp 7.325/saham dan 0,25% ke Rp 3.950/saham.
Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga melemah 0,54% menjadi Rp 1.830/saham.
Besar kemungkinan salah satu katalis yang membuat saham bank BUMN diterpa aksi jual adalah kekhawatiran pelaku pasar terkait rencana penyelamatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Kabar terakhir menyebutkan bahwa BMRI yang disebut menjadi calon kuat untuk bekerjasama melakukan penyelamatan bagi bank syariah pertama di Indonesia tersebut.
Isu penyelamatan Bank Muamalat kembali menguat setelah manajemen Bank Muamalat bertemu dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu. Dikabarkan, ada pejabat bank BUMN yang ikut dalam pertemuan tersebut.
Kemudian, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana juga membenarkan bahwa rencana penyelamatan Bank Muamalat benar adanya dan sedang berlangsung. Pada waktunya, OJK akan menyampaikan hal tersebut secara rinci bila sudah ada kepastian.
“Nah itu nanti kita ngomong, karena itu lagi berlangsung. Kalau saya ngomong nanti mereka pada lari,” ujar Heru di Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Sebagai informasi, bank syariah tertua di Indonesia itu tengah dirundung masalah. Kekurangan modal. Tercatat sejak 2015, Muamalat mengalami masalah permodalan.
Selain itu, Bank Muamalat juga tergerus lonjakan pembiayaan bermasalah (non-performing finance/NPF). NPF bank syariah itu sempat di atas 5%, lebih tinggi dari batas maksimal ketentuan regulator.
Meskipun demikian, Menteri BUMN Erick Thohir membantah isu bahwa perusahaan pelat merah akan menyelamatkan Bank Mulamalat. Pasalnya, bank syariah tersebut merupakan bank swasta dan dimiliki investor asing.
“Bukan saya, itu kan enggak ada hubungannya sama BUMN. Bank Muamalat kan bukan BUMN,” tegas Erick di Jakarta, Senin (11/11/2019).
Melansir laporan keuangan semester I-2019, pemegang saham mayoritas Bank Muamalat adalah Islamic Development Bank (32,74%), Bank Boubyan (22%), dan Atwill Holdings Limited (17,91%).
Sumber, CNBC Indonesia
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
-
NUSANTARA10/10/2026 06:30 WIBBanjir 1 Meter Terjang Jayapura

















