Berita
Henry Yoso Laporkan Rocky Gerung, Andi Arief: Faksi PDIP Otot
mayoritas PDIP otot–. Faksi otak tersingkir,
AKTUALITAS.ID – Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung yang menyindir Presiden Jokowi soal pemahaman Pancasila menuai polemik. Usai dilaporkan ke polisi, muncul suara pembelaan untuk Rocky yang salah satunya disuarakan politikus Demokrat, Andi Arief.
Andi menyindir cara laporan ke polisi terhadap Rocky yang dilakukan politikus PDIP Henry Yosodiningrat. Bagi dia, laporan ini karena tak lepas dari Faksi PDIP yang saat ini berkuasa dan memegang jabatan.
Menurut dia, kelompok atau faksi PDIP saat ini yang berkuasa diisi mayoritas PDIP otot, bukan faksi otak
“Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partai dan kekuasaan –mayoritas PDIP otot–. Faksi otak tersingkir,” demikian cuitan Andi dikutip dari Twitternya, @AndiArief_, Selasa, (10/12).
Andi bilang penjelasan singkatnya lewat cuitan itu dianggap acuan kenapa Henry mempolisikan Rocky.
“Itu penjelasan kenapa preman seperti Hendriyosodiningrat melaporkan Rocky Gerung,” tambah Andi dalam cuitannya.
Sebelumnya, Henry melaporkan Rocky ke Bareskrim Polri, Senin, 9 Desember 2019. Henry beralasan laporan tersebut dibuat atas nama pribadinya dan bukan mewakili kepentingan Jokowi.
Sebagai putra daerah asal Lampung, Henry mengaku tak terima atas pernyataan sang akademis sekaligus pengamat politik tersebut.
Alasannya, sekitar 60 persen masyarakat Lampung memilih Jokowi. Maka itu, klaim dia, para pendukung Jokowi asal Lampung marah atas ucapan Rocky.
“Saya putra daerah Lampung, saya mantan anggota DPR RI dari lampung. Lampung 60 persen orang pilih Jokowi. Rakyat lampung kecewa sedih pedih melihat Presidennya dicaci maki dikatakan tidak paham Pancasila, tidak mengerti Pancasila hanya hafal Pancasila,” ujar Henry di Bareskrim Polri.
Sebelumnya, dalam program acara diskusi Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa, 3 Desember 2019, Rocky menyinggung pemahaman Jokowi terkait Pancasila. Bagi Rocky, Jokowi tak paham Pancasila karena salah satunya menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Saya tidak pancasilais, siapa yang berhak menghukum atau mengevaluasi saya? Harus orang yang pancasilais, lalu siapa? Tidak ada tuh. Jadi sekali lagi, polisi pancasila, presiden juga tak mengerti pancasila. Dia hafal tapi dia nggak ngerti. Kalau dia paham dia nggak berutang, dia nggak naikin BPJS,” kata Rocky.
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
NUSANTARA10/10/2026 06:30 WIBBanjir 1 Meter Terjang Jayapura
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
-
POLITIK10/10/2026 06:00 WIBDoli: 58 Kursi DPR Berpotensi Diisi Caleg Tak Terpilih

















