Berita
Terapkan Protokol, WNA Masuk Indonesia Harus Ada Keterangan Bebas Corona
AKTUALITAS.ID – Pemerintah menerapkan protokol dalam menghadapi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Di antaranya, protokol atau syarat untuk memasuki wilayah NKRI, terutama oleh warga negara asing (WNA). Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjelaskan, seperti protokol di Keimigrasian mengharuskan setiap orang dari negara lain yang hendak masuk ke Indonesia, harus ada keterangan sehat. Kini […]
AKTUALITAS.ID – Pemerintah menerapkan protokol dalam menghadapi penyebaran virus Corona atau COVID-19. Di antaranya, protokol atau syarat untuk memasuki wilayah NKRI, terutama oleh warga negara asing (WNA).
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjelaskan, seperti protokol di Keimigrasian mengharuskan setiap orang dari negara lain yang hendak masuk ke Indonesia, harus ada keterangan sehat. Kini juga harus ada keterangan terbebas dari Corona.
“Tadi protokol perlakuan di border, tadi Imigrasi juga sudah kita tekankan bagaimana perlakuan-perlakuan terhadap empat negara setelah China (Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Italia), episentrum baru. Satu yang paling pasti ada sertifikat healthy, travel story-nya, kira-kira,” ujar Moeldoko, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2019).
Keterangan sehat dari otoritas asal, dibutuhkan agar tidak ada penyebaran baru di Tanah Air. Setelah dua orang dinyatakan positif pada Senin 2 Maret 2020, riwayat perjalanan, juga menjadi salah satu protokol di Imigrasi.
“Tetapi ada pernyataan dari otoritas kesehatan, bahwa yang bersangkutan tidak dalam keadaan sakit, selama kurun waktu sekian hari,” katanya.
Sementara itu, pihak Imigrasi dalam protokol ini juga akan mengecek ke mana saja WNA ini sudah melakukan perjalanan.
“Kemudian nanti ada travel story-nya, travel story nanti dilihat dari paspornya, dilihat dari story perjalanan,” kata mantan panglima TNI itu.
Pemerintah menetapkan protokol dalam penanganan kasus Corona ini. Seperti protokol komunikasi oleh Kemendagri dan Kemenkominfo. Agar penyampaian ke publik, tidak tumpang tindih.
Lalu, ada protokol pendidikan, yang dibuat oleh Kemendikbud dan Kementerian Agama. Agar ada aturan bagaimana guru menyampaikan ke murid-muridnya, atau santri mendapatkan informasi mengenai penanggulangan Corona ini.
-
PAPUA TENGAH20/04/2026 16:30 WIBWapres Gibran di Mimika, Warga Tumpah Ruah di Depan Toko Meriah
-
NASIONAL20/04/2026 21:00 WIBPanglima TNI Sinergikan TNI dan Pemda untuk Percepatan Pembangunan di Daerah
-
EKBIS20/04/2026 12:30 WIBPecah! Harga Minyak Meledak 7% ke US$96,94/Barel
-
RIAU20/04/2026 16:00 WIBKecelakaan di Tol Permai, Polisi Sebut Satu Korban Meninggal Dunia
-
EKBIS20/04/2026 18:00 WIBHadapi Elnino Nino, Mentan Alokasikan Rp5 Triliun Untuk Irigasi dan Benih
-
OTOTEK20/04/2026 17:00 WIBDibanderol Rp686 Juta Nissan Xterra Siap Mengaspal
-
EKBIS20/04/2026 11:30 WIBHarga Emas Turun Drastis di Awal Pekan
-
DUNIA20/04/2026 12:00 WIBPBB Ungkap Fakta 38 Ribu Perempuan & Anak Gadis Dibantai di Gaza

















