Berita
Jika AS Usik Hong Kong, China Ancam Akan Membalas
China menegaskan akan menanggapi secara tegas setiap tindakan Amerika Serikat yang mengganggu kepentingan Beijing atas Hong Kong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kedua negara memang berupaya mempertahankan keuntungan dari kerja sama yang terjalin selama ini. Namun, ia menuturkan Beijing tak segan bertindak tegas dalam mempertahankan kepentingannya dalam hal keamanan dan pembangunan. […]
China menegaskan akan menanggapi secara tegas setiap tindakan Amerika Serikat yang mengganggu kepentingan Beijing atas Hong Kong.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kedua negara memang berupaya mempertahankan keuntungan dari kerja sama yang terjalin selama ini.
Namun, ia menuturkan Beijing tak segan bertindak tegas dalam mempertahankan kepentingannya dalam hal keamanan dan pembangunan.
“Langkah-langkah yang diumumkan AS sangat mengganggu urusan dalam negeri China, merusak relasi AS-China, dan akan membahayakan kedua belah pihak. China menentang keras hal ini,” kata Zhao dalam jumpa pers rutin Kemlu China di Beijing pada Selasa (2/6) seperti dikutip VOA.
“Setiap kata atau tindakan AS yang membahayakan kepentingan China akan menghadapi serangan balik yang tegas dari China,” paparnya menambahkan.
Pernyataan itu diutarakan Zhao menanggapi keputusan Presiden Donald Trump yang memulai proses menghapus status khusus Hong Kong. Langkah itu dilakukan AS sebagai tanggapan terhadap rencana Hong Kong mengadopsi RUU Keamanan Nasional yang diusulkan China.
Rencana penerapan RUU itu kembali memicu demonstrasi anti-Beijing besar-besaran di Hong Kong setelah sempat mereda saat pandemi virus corona (Covid-19).
RUU itu bisa memberikan kewenangan terhadap pihak berwenang untuk menindak secara hukum setiap upaya pemisahan diri (separatis), campur tangan asing, terorisme, dan semua kegiatan hasutan yang bertujuan menggulingkan pemerintah pusat dan segala gangguan eksternal di Hong Kong.
Warga anti-Beijing khawatir bahwa China akan memanfaatkan RUU itu untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.
Merespons situasi di Hong Kong, Trump pada pekan lalu akan menghapus beberapa hak istimewa wilayah otonomi Tiongkok itu karena China tengah menguatkan kendali atas Hong Kong, seperti dilansir AFP.
Rencana penerapan RUU itu kembali memicu demonstrasi anti-Beijing besar-besaran di Hong Kong setelah sempat mereda saat pandemi virus corona (Covid-19).
RUU itu bisa memberikan kewenangan terhadap pihak berwenang untuk menindak secara hukum setiap upaya pemisahan diri (separatis), campur tangan asing, terorisme, dan semua kegiatan hasutan yang bertujuan menggulingkan pemerintah pusat dan segala gangguan eksternal di Hong Kong.
Warga anti-Beijing khawatir bahwa China akan memanfaatkan RUU itu untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.
Merespons situasi di Hong Kong, Trump pada pekan lalu akan menghapus beberapa hak istimewa wilayah otonomi Tiongkok itu karena China tengah menguatkan kendali atas Hong Kong, seperti dilansir AFP.
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
RIAU28/07/2026 23:00 WIBBupati Kasmarni Raih Penghargaan pada Milad ke-51 MUI Bengkalis
-
DUNIA28/07/2026 20:30 WIBKim Yo Jong: ASEAN Jangan Jadi Alat Kepentingan AS
-
OTOTEK28/07/2026 21:00 WIBHarga Terjangkau, MacBook Neo 2 Dipastikan Bakal Lebih Ngebut
-
POLITIK28/07/2026 18:00 WIBRieke: Negara Harus Hadir Selesaikan Rentetan Kekerasan di Sejumlah Daerah
-
EKBIS28/07/2026 23:25 WIBPRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Peluang Bisnis Industri AVL
-
POLITIK28/07/2026 19:00 WIBKaesang Maju dari Dapil Jawa Tengah, Ini Kata PDIP
-
NASIONAL28/07/2026 22:30 WIBMenteri LH Jumhur: Gerakan Tobat Nasional Ekologis Segera Diluncurkan, Libatkan Mahasiswa dan Masyarakat