Berita
Mantan Presiden Jimmy Carter Minta Akhiri Diskriminasi Minoritas di AS
Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter meminta pihak berwenang mengakhiri tindakan diskriminatif dan perilaku tidak adil sistematik lain. Carter mengatakan aksi diskriminatif yang berbuntut kematian George Floyd bisa merusak demokrasi. “Orang-orang yang memiliki kekuasaan, hak istimewa, dan hati nurani harusnya secara bersama-sama mengatakan ‘tidak ada lagi’ aksi diskriminatif rasisme kepada polisi dan sistem peradilan, kesenjangan […]
Mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter meminta pihak berwenang mengakhiri tindakan diskriminatif dan perilaku tidak adil sistematik lain. Carter mengatakan aksi diskriminatif yang berbuntut kematian George Floyd bisa merusak demokrasi.
“Orang-orang yang memiliki kekuasaan, hak istimewa, dan hati nurani harusnya secara bersama-sama mengatakan ‘tidak ada lagi’ aksi diskriminatif rasisme kepada polisi dan sistem peradilan, kesenjangan ekonomi antara kulit putih dan kulit hitam, serta tindakan pemerintah yang bisa merusak proses demokrasi,” papar Carter dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis oleh Carter Center seperti mengutip AFP.
Pernyataan mantan presiden berusia 95 tahun itu merespons gelombang demokrasi disertai aksi kekerasan di seluruh Amerika dalam delapan hari terakhir.
Carter juga mengatakan merasa kecewa melihat adanya diskriminasi rasial yang meluas dan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap etnis minoritas.
“Kita semua harus fokus pada aksi amoralitas diskriminasi rasial. Tetapi tindak kekerasan, baik secara spontan atau karena hasutan secara sadar, bukanlah solusinya,” katanya.
Penerima Nobel Perdamaian pada 2002 itu juga mengkritik cara pemerintah dalam menangani aksi para demonstran.
“Kami membutuhkan pemerintahan sebaik rakyatnya, dan kami lebih baik dari ini,” tulis presiden AS yang menjabat pada 1977 hingga 1981 ini.
Selain Carter, demo solidaritas antirasisme juga mendapat perhatian mantan presiden Barack Obama. Dalam sebuah video, Obama menyatakan dukungannya kepada para pedemo untuk berunjuk rasa memperjuangkan hak mereka secara damai.
“Dan bagi mereka yang telah berkomentar tentang protes ini, ingatlah, negara ini didirikan berdasarkan protes. Ini disebut revolusi Amerika,” kata Obama dalam sebuah video berisikan tanggapannya terkait demonstrasi pada Rabu (4/6).
“Dan setiap langkah kemajuan di negara ini, setiap kebebasan, setiap ekspresi dari cita-cita kita yang terdalam, telah dimenangkan melalui upaya yang membuat status quo tidak nyaman. Kita semua harus berterima kasih kepada orang-orang yang bersedia dengan cara damai dan disiplin berada di luar sana membuat perubahan,” paparnya menambahkan.
-
POLITIK14/04/2026 10:00 WIBNasDem Pastikan Konsolidasi Jalan Meski Ada Kader Pindah
-
POLITIK14/04/2026 14:00 WIBFrans Saragih: Kritik Harus Bertanggung Jawab
-
RAGAM14/04/2026 13:30 WIBGerhana Matahari Total Terancam Hilang, Ini Penyebabnya
-
DUNIA13/04/2026 23:30 WIBInggris Tidak Ikut Berpartisipasi Blokade AS di Selat Hormuz
-
NASIONAL14/04/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Energi Bersih Harus Buka Peluang Kerja
-
DUNIA14/04/2026 08:00 WIBTrump Ancam Tarik Pasukan AS dari NATO
-
OASE14/04/2026 05:00 WIBAyat-Ayat Al-Qur’an Ini Bongkar Awal Kehidupan Manusia
-
EKBIS14/04/2026 09:30 WIBSelasa Pagi IHSG ‘Meledak’ di Level 7.598