Berita
Trump Ancam Jatuhkan Sanksi yang Berurusan dengan Perusahaan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara, perusahaan, atau entitas apa pun yang berurusan apalagi bekerja sama dengan perusahaan pelayaran Iran (IRISL). Washington menuduh IRISL berkontribusi dalam program pembangunan senjata Iran. “Kami mendesak otoritas pemerintah di seluruh dunia untuk menyelidiki semua aktivitas IRISL dan E-Sail di pelabuhan dan laut teritorial Anda […]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara, perusahaan, atau entitas apa pun yang berurusan apalagi bekerja sama dengan perusahaan pelayaran Iran (IRISL).
Washington menuduh IRISL berkontribusi dalam program pembangunan senjata Iran.
“Kami mendesak otoritas pemerintah di seluruh dunia untuk menyelidiki semua aktivitas IRISL dan E-Sail di pelabuhan dan laut teritorial Anda dan mengambil tindakan yang tepat untuk menghentikannya,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melalui sebuah pernyataan pada Senin (8/6) seperti mengutip AFP.
Pompeo mengatakan dunia harus waspada dan mengambil tindakan untuk mencegah Iran memperoleh barang-barang sensitif bagi proliferasi senjata yang bisa mengancam stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
IRISL merupakan perusahaan pengiriman kargo terbesar ke-15 di dunia. Hal itu didasarkan dari data terbaru yang tersedia dari Alphaliner.
Para pejabat AS mengklaim IRISL telah mengirimkan kargo berisi barang-barang sensitif untuk militer Iran dan membantu pengembangan rudal balistik negara itu.
IRISL sendiri sudah terkena sanksi AS terkait program nuklir Iran. Namun, Washington berencana menjatuhkan sanksi lebih luas lagi terhadap perusahaan tersebut.
AS telah menjatuhkan sanksi terkait IRISL pada Desember lalu, namun menunda implementasinya demi memberikan waktu bagi negara-negara untuk memutus hubungan dengan perusahaan itu dan menemukan cara lain dalam melakukan perdagangan.
AS kembali menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Iran pada 2018 ketika Trump menarik Amerika keluar dari pakta nuklir 2015.
Trump berdalih pakta nuklir Iran tak berguna lantaran pemerintahan Presiden Hassan Rouhani terus mengembangkan senjata kimianya. Padahal, sejauh ini, Teheran terus mengurangi pengembangan senjatanya dan pengayaan uraniumnya dengan imbalan bantuan ekonomi.
-
POLITIK18/04/2026 11:00 WIBKPK Usulkan 5 Jurus Cegah Politik Uang
-
PAPUA TENGAH18/04/2026 17:30 WIBPolisi Ungkap Jejak Pembunuhan Berencana di Kwamki Narama
-
EKBIS18/04/2026 15:30 WIBMinyak Dunia Terjun Bebas Usai Kabar Hormuz
-
EKBIS18/04/2026 12:30 WIBNgebut! Harga Emas Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram Sabtu Ini
-
FOTO18/04/2026 19:07 WIBFOTO: Klarifikasi JK Terkait Ceramahnya di UGM
-
EKBIS18/04/2026 11:30 WIBBBM Naik! Harga Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter
-
RAGAM18/04/2026 18:00 WIBBuah Pare Bantu Kontrol Kadar Gula Penderita Diabetes
-
OLAHRAGA18/04/2026 17:00 WIBNama Besar Indonesia Tak Lagi Cukup di Piala Thomas dan Uber 2026

















