Berita
Ada Masalah Data, TikTok Hentikan Operasi di Hong Kong
AKTUALITAS.ID – TikTok telah menghentikan aplikasi berbagi video mereka di Hong Kong karena masalah data pengguna. Dimiliki oleh ByteDance berbasis di China, TikTok melakukan langkah itu setelah Facebook, Google, dan Twitter menahan permintaan pemerintah kepolisian Hong Kong untuk mendapatkan data pengguna, setelah China memberlakukan undang-undang keamanan baru. “Sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini, kami memutuskan untuk […]
AKTUALITAS.ID – TikTok telah menghentikan aplikasi berbagi video mereka di Hong Kong karena masalah data pengguna.
Dimiliki oleh ByteDance berbasis di China, TikTok melakukan langkah itu setelah Facebook, Google, dan Twitter menahan permintaan pemerintah kepolisian Hong Kong untuk mendapatkan data pengguna, setelah China memberlakukan undang-undang keamanan baru.
“Sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini, kami memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong,” kata TikTok kepada AFP.
TikTok juga tidak mau memberikan data penggunanya kepada pihak berwenang di China.
Mereka berencana menghentikan operasinya selama beberapa hari di Hong Kong.
Tiktok sebelumnya telah bergabung dengan European Union’s Code of Practice Disinformation atau kode etik disinformasi Uni Eropa, yang salah satunya ingin mencegah penyebaran konten hoaks yang bisa tersebar melalui video lipsync.
-
RIAU02/10/2026 09:45 WIBPolresta Pekanbaru Amankan Pria dan Ratusan Butir Ekstasi Disita
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK02/10/2026 05:30 WIBBMKG: Hujan Ringan Mengintai Jakarta 2 Oktober
-
NUSANTARA02/10/2026 12:30 WIBTragis! 2 Karyawati Tewas Terjebak Kebakaran Toko Bangunan di Jogja
-
NASIONAL02/10/2026 07:00 WIBPengamat SDI: Jangan Biarkan Nakes Jadi Korban
-
NASIONAL02/10/2026 09:00 WIBDPR Desak Kesiapan RS Hadapi Perubahan Besar JKN
-
NASIONAL02/10/2026 10:00 WIBMekeng: Bahlil Harus Naikkan Nilai Tambang RI
-
EKBIS02/10/2026 09:45 WIB10 Menit Rungkad, IHSG Langsung Terjun Bebas ke Bawah 6.000

















